FSI Bali Tancap Gas, Siap Cetak Atlet untuk Kancah Nasional dan Internasional

IMG-20251130-WA0050
Pengurus Federasi Savate Indonesia Provinsi Bali usai menggelar Raker, Minggu (30/11) di Ananda's Inn Sanur.

Denpasar,diaribali.com
Federasi Savate Indonesia (FSI) Provinsi Bali menggelar Rapat Kerja (Raker) untuk memperkuat konsolidasi internal jelang kejuaraan Savate pada 28 Desember mendatang. Pertemuan yang berlangsung Minggu (30/11) di Ananda’s Inn Sanur ini menjadi momentum penyusunan arah pembinaan cabang olahraga bela diri asal Prancis tersebut.

Ketua FSI Bali, Rolly Polandos, menyampaikan bahwa Savate telah resmi diakui Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Pusat. FSI Bali kini menargetkan pendaftaran sebagai anggota aktif KONI Provinsi Bali pada tahun ini.

“FSI sudah diterima KONI Pusat. Langkah berikutnya, kami memperkuat struktur dan pembinaan agar Bali segera menjadi anggota aktif di tingkat provinsi,” ujar Rolly.

Rolly menegaskan bahwa FSI Bali menyiapkan program pembinaan jangka panjang untuk melahirkan atlet berpotensi tampil di level nasional maupun internasional.
“Meski masih baru, Savate akan tampil sebagai ekshibisi di PON. Tahun depan, atlet Bali juga direncanakan mengikuti kejuaraan di Nepal pada Februari–Maret 2026,” tambah mantan pelatih jiu-jitsu itu.

Ia optimistis pengalaman lintas cabang bela diri menjadi modal kuat bagi Bali untuk berbicara di panggung prestasi.

Sekretaris FSI Bali, Deva Putra, menjelaskan bahwa Raker kali ini difokuskan pada penyusunan strategi pengenalan Savate kepada masyarakat.
“Savate adalah bela diri dari Prancis yang berarti ‘sepatu tua’. Ciri khasnya, atlet menggunakan sepatu dalam teknik pukulan dan tendangan,” kata Deva.

Di tingkat nasional, Savate telah terbentuk di 20 provinsi. Di Bali sendiri, kepengurusan telah hadir di lima kabupaten/kota: Denpasar, Badung, Buleleng, Tabanan, dan Karangasem. FSI Bali menargetkan percepatan sosialisasi melalui komunitas anak muda dan pemanfaatan media sosial.

Deva menambahkan, beberapa atlet Bali sudah siap tampil dalam event Desember ini di Uluwatu.
“Kesiapan atlet menjadi prioritas agar Bali dapat menunjukkan potensi sejak awal,” ujarnya.

Raker FSI Bali ini turut mendapat dukungan Angela Bali Management (ABM), perusahaan manajemen hospitality yang mengelola puluhan properti di Bali,  NTT, hingga Jatim yang dimotori Romantica  Angela Intanisari yang juga sebagai Kabid Sapras di FSI Bali.  (Art)