Dorong Kemandirian ODHIV Lewat Pelatihan Usaha

Denpasar,diaribali.com —
PT PLN (Persero) terus memperluas peran sosialnya melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) dengan mendorong kemandirian ekonomi kelompok rentan. Bersama Yayasan Kerti Praja, PLN Peduli menyelenggarakan Program Pemberdayaan Orang dengan HIV (ODHIV) melalui pelatihan kewirausahaan, bantuan modal usaha, dan pendampingan berkelanjutan di Denpasar, Bali.
Program yang berlangsung selama dua hari, Kamis–Jumat (29–30 Januari 2026), diikuti 18 ODHIV dari berbagai kabupaten/kota di Bali. Para peserta merupakan pelaku usaha mikro di sektor makanan, laundry, pakaian, hingga peternakan yang selama ini menjadi sumber penghidupan utama mereka.
Pelatihan dirancang untuk memperkuat fondasi usaha peserta, mulai dari kewirausahaan dasar, manajemen keuangan, hingga perencanaan bisnis. Tak hanya aspek teknis, program ini juga menekankan penguatan kepercayaan diri agar peserta mampu mengelola usaha secara lebih terarah dan berkelanjutan sesuai potensi masing-masing.
Manager Komunikasi dan TJSL PLN UID Bali, I Wayan Eka Susana, mengatakan program ini lahir dari kepedulian PLN terhadap tantangan berlapis yang dihadapi ODHIV, terutama dalam akses ekonomi. Menurutnya, kemandirian ekonomi menjadi kunci untuk meningkatkan kualitas hidup dan mengurangi kerentanan sosial.
“PLN ingin hadir bukan sekadar memberi bantuan, tetapi juga pendampingan agar usaha yang dirintis bisa tumbuh dan berkelanjutan. Setiap orang memiliki hak dan potensi yang sama untuk hidup layak,” ujar Eka.
Ketua Yayasan Kerti Praja, dr. Desak Made Putri Pidari, M.Biomed., Sp.DVE, mengapresiasi dukungan PLN UID Bali. Ia menilai kolaborasi ini penting untuk membuka ruang kemandirian ekonomi bagi ODHIV sekaligus mengikis stigma sosial yang masih ada.
Selain pelatihan, PLN Peduli juga menyerahkan bantuan modal usaha secara simbolis kepada peserta. Bantuan tersebut diharapkan menjadi pengungkit awal untuk memperkuat usaha mikro sekaligus meningkatkan ketahanan ekonomi peserta.
Melalui program ini, PLN menegaskan komitmennya sebagai mitra pembangunan sosial, tidak hanya menghadirkan listrik, tetapi juga berkontribusi pada pembangunan ekonomi yang inklusif dan berkeadilan di Bali. (Art)