Dinilai Bijak Memimpin Perdiknas, Gung Eddy Diumpamakan Seperti Sahadewa

HUT-Perkumpulan Pendidikan Nasional (Perdiknas) Denpasar merayakan hari jadinya yang ke ke-53 tahun, Senin (31/1).
Bagikan

 

DENPASAR-DiariBali

Perkumpulan Pendidikan Nasional (Perdiknas) Denpasar merayakan hari jadinya yang ke ke-53 tahun, Senin (31/1). Seremonial acara berlangsung dengan protokol kesehatan ketat yang dihadiri pimpinan dan dosen Undiknas, guru dan pegawai SMP Nasional dan SMK Teknologi Nasional di Aula Perdiknas.

Meski sederhana, HUT ke 53 ini terbilang spesesial karena Ketua Perdiknas Dr. AA Ngurah Eddy Supriyadinata Gorda menggelontorkan hadiah bagi seluruh pegawai di masing-masing unit yang berulang tahun di bulan Januari, penghargaan bagi karyawan dengan masa bakti 25 dan 35 tahun serta tali kasih kepada pegawai yang menunjukkan komitmennya dalam membersarkan ‘kaki-kaki’ Perdiknas.

Pria yang akrab disapa Gung Eddy ini mengaku tidak terlalu menyukai euforia ulang tahun secara berlebihan, namun yang terpenting bagaimana mewujudkan kesejahteraan pegawainya. Selama tiga tahun kepemimpinannya, ia juga konsen membangun atau merenovasi fasilitas gedung di SMP Nasional, SMK Teknologi Nasional serta Undiknas.

“Saya ini merasa bodoh dalam memimpin, sehingga saya bermain serba data biar saya gak didemo para pegawai. Komitmen saya fokus pada kesejahteraan keluarga besar Perdiknas,” kata Gung Eddy sembari berharap seluruh keluarga besarnya mampu menjadikan Perdiknas sebagai rumahnya sendiri.

Kepemimpinan Gung Eddy mendapatkan apresiasi dari akademisi Undiknas, Dr. AA Ngurah Oka Suryadinata Gorda saat sesi Dharma Tula. Bahkan, Gung Oka, sapaan akrabnya, menyebut Gung Eddy sebagai Sahadewa, si bungsu dari panca pandawa dalam epos Mahabaratha.

Menurutnya, banyak yang belum tahu bahwa yang paling cerdas dan bijaksana di antara lima pandawa tersebut adalah Sahadewa. Bukan Arjuna atau Yudistira. “Hal ini diakui sendiri oleh Guru Drona,” kata Gung Oka disambut tepuk tangan peserta.

Dalam pandangannya, kepemimpinan Gung Eddy termasuk yang terbaik dari pemimpin-pemimpin sebelumnya. Hal ini bisa dirasakan langsung oleh semua pegawai di setiap unit serta pembangunan fasilitas yang digencarkan. Di usianya yang lebih dari setengah abad, Gung Oka mengajak seluruh pegawai di bawah naungan Perdiknas untuk mempererat solidaritas, namun terus berkompetisi secara sehat. “Bagi para pimpinan unit, jika merasa ada teman yang potensial, mohon diberikan kesempatan,” pintanya sembari mencontoh awal mula perjalanan karir pemain sepak bola dunia asal Portugal, Cristiano Ronaldo. ZOR/VAN