Dari Kampus ke Griya: Ida Bhawati Pasek I Made Sarjana Menapaki Jalan Sulinggih

IMG-20260113-WA0138
Ida Pandita Mpu Acharya Sandhikajaya Nanda saat menjalani prosesi Upacara Apodgala.

Buleleng,diaribali.com —
Perjalanan hidup akademisi Bali, Ida Bhawati Pasek I Made Sarjana, memasuki babak baru. Mantan Wakil Rektor III Institut Teknologi dan Bisnis (ITB) STIKOM Bali itu resmi menjalani Upacara Rsi Yadnya Apodgala Sulinggih pada Redite Umanis Merakih, Minggu (4/1/2026), di Banjar Dinas Desa, Desa Bebetin, Kecamatan Sawan, Buleleng.
Upacara berlangsung khidmat sejak sore hari. Bersama sang istri, Ida Bhawati Pasek Lily Marheni, prosesi ini menjadi penanda penyucian diri sekaligus pengukuhan swadharma untuk mengabdi sebagai sulinggih. Kehadiran tokoh yang lama berkecimpung di dunia pendidikan tinggi itu pun menyita perhatian, menandai peralihan pengabdian dari ranah akademik ke spiritual.
Rangkaian upacara dipuput para sulinggih terkemuka Bali. Ida Pandita Mpu Nabe Jaya Sandhika Yoga bertindak sebagai Pinaka Nabe Napak, Ida Pandita Mpu Nabe Jaya Acharya Nanda sebagai Pinaka Nabe Waktra, dan Ida Pandita Mpu Nabe Siwananda Wira Dharma Jaya Dangkara sebagai Pinaka Nabe Saksi.
Sejumlah tokoh hadir menyaksikan prosesi, mulai dari Bupati Buleleng beserta jajaran, para sulinggih dan jro mangku, hingga tokoh adat dan krama Pasek dari berbagai daerah. Dari dunia pendidikan, tampak Pembina Yayasan Widya Dharma Santi Denpasar Prof. Dr. I Made Bandem, MA, Ketua Yayasan Drs. Ida Bagus Dharmadiaksa, M.Si., Ak., Rektor ITB STIKOM Bali Dr. Dadang Hermawan, serta sivitas akademika STIKOM Bali.
Dalam sambutannya, Prof. Bandem mengapresiasi pengabdian Ida Bhawati Pasek I Made Sarjana selama berkiprah di pendidikan tinggi. Ia menilai sosok tersebut profesional, kreatif, dan inovatif, dengan disiplin dan keteladanan yang kuat. “Pengalaman dan karakter itulah yang menjadi landasan menapaki jalan kerohanian sebagai sulinggih,” ujarnya.
Rektor ITB STIKOM Bali turut menyampaikan doa agar Ida Bhawati Pasek I Made Sarjana dan istri senantiasa diberi kesehatan serta kekuatan lahir batin dalam mengemban swadharma, demi kemajuan umat dan masyarakat Hindu.
Sesuai ketetapan PHDI Buleleng atas usulan para nabe, abhiseka diberikan kepada Ida Bhawati I Made Sarjana sebagai Ida Pandita Mpu Acharya Sandhikajaya Nanda, sementara sang istri menyandang abhiseka Ida Pandita Mpu Istri Sandhikajaya Nanda.
Sebagai penutup rangkaian, pimpinan ITB STIKOM Bali menyerahkan punia CSR secara simbolis berupa seperangkat Siwa Krana—pakaian kebesaran dan perlengkapan upakara sulinggih—sebagai wujud dukungan dan rasa bangga. Dari kampus ke griya, pengabdian pun berlanjut, kini di jalan dharma. (Art)