Banjir, Wagub Giri: Stop Alih Fungsi Lahan

IMG_20250915_205539
I Nyoman Giri Prasta

Denpasar,diaribali.com
Wakil Gubernur Bali, I Nyoman Giri Prasta, menyoroti sejumlah langkah strategis dalam penanganan pasca banjir yang melanda sejumlah wilayah di Bali. Dalam keterangannya, Wagub menegaskan pentingnya penanganan menyeluruh, mulai dari hulu hingga hilir, demi mencegah bencana serupa terjadi kembali di masa mendatang.

“Pertama, kita harus memastikan tidak ada lagi alih fungsi lahan. Kedua, perhatian khusus pada pengelolaan Daerah Aliran Sungai (DAS), terutama Sungai Ayung, dengan menggerakkan peran Kabupaten Badung dan Gianyar sebagai penyangga aliran di sisi Barat dan Timur,” ujar Giri Prasta usai Rapat Paripurna di Wiswa Sabha, Senin (15/9).

Ia juga menambahkan bahwa upaya penghijauan dan pelestarian alam menjadi fokus utama. “Kita harus merawat bumi, menata jalur-jalur aliran sungai agar tidak terjadi penyumbatan atau penyempitan yang dapat memicu banjir,” tegasnya.

Dalam hal penanganan genangan air, Pemprov Bali akan bekerja sama dengan pemerintah kabupaten/kota untuk mempercepat proses penyedotan air. “Kami akan menggenjot penyediaan alat penyedot air agar genangan cepat surut sebagai bentuk antisipasi banjir,” tambahnya.

Terkait bantuan bagi warga terdampak, Wagub menyebut saat ini pendataan tengah dilakukan di tingkat banjar maupun  desa. Pemerintah provinsi memastikan kehadiran negara dalam pemulihan rumah warga, baik melalui program bedah rumah, rehabilitasi ringan, maupun rehabilitasi sedang.

“Pemulihan ekonomi masyarakat juga menjadi prioritas (recovery). Perbaikan fasilitas umum seperti jalan dan jembatan sudah kami koordinasikan dengan pemerintah pusat. Kami juga menyiapkan anggaran pendampingan sebesar Rp40 miliar melalui skema Bantuan Tak Terduga (BTT),” pungkas mantan Bupati Badung dua periode. (Art)