Aksi Bersih-bersih FISHUM UNR Gandeng Lima Komunitas

JAGA ALAM-Dekan FISHUM UNR Dr. Gede Wirata, bersama anggota komunitas peduli sampah berhasil mengumpulkan puluhan kresek sampah di sekitar kampus.
Bagikan

DENPASAR-DiariBali
Hujan deras yang mengguyur Kota Denpasar, Minggu (12/9) pagi tidak menjadi penghalang puluhan orang Civitas Akademika Fakultas Ilmu Sosial dan Humaniora (FiSHUM) Universitas Ngurah Rai (UNR) bersama para anggota dari lima komunitas peduli sampah, yakni komunitas bersih bali, Tol Tol, Pesan Pede, Cokot Cokot dan Megaloman untuk membersihkan areal kampus hingga ke ruas jalan Padma, Penatih, Denpasar.

Satu-persatu sampah, khususnya plastik yang berserakan mereka pungut. Dalam waktu kurang dari dua jam saja, mereka berhasil mengumpulkan puluhan kantong kresek besar sampah. Hal ini lah yang mendorong FISHUM UNR untuk berkomitmen menjaga kelestarian alam bersama para relawan. Demikian dikatakan ketua panitia kegiatan Cok Gede Agung Kusuma Putra.

Banyaknya sampah yang terkumpul dalam waktu singkat membuktikan bahwa pengelolaan sampah masih belum maksimal dan penggunaan kantong plastic sekali pakai masih marak di masyarakat. Sehingga menurutnya, perlu terus dilakukan edukasi menyasar rumah tangga. “Kami harap para mahasiswa mampu menjadi agen perubahan di lingkungannya masing-masing terkait pengelolaan sampah,” harapnya.

Ketua Senat Mahasiswa FISHUM UNR I Made Dwiantara menambahkan, pelaksanaan bakti sosial kemarin lebih besar dari kegiatan-kegiatan sebelumnya, karena kali ini pihaknya menggandeng lima komunitas peduli sampah yang cukup besar. Materi yang diberikan pun lebih lengkap, meliputi pembuatan biopori, pemilahan sampah serta proses pengolahan eco enzyme.

Foto bersama anggota bersih-bersih Bali

Mahasiswa smester VII di FISHUM UNR ini mengaku, bakti sosial tersebut berasal dari panggilan hati untuk menjaga kelestarian alam Bali. “Sebenarnya tidak sulit mengelola sampah asalkan ada kesadaran dari diri masing-masing,” kata mahasiswa asal Gianyar ini.

Pada kesempatan itu, Gus Norma, Perwakilan Komunitas Bersih-Bersih Bali secara khusus mempraktikkan pembuatan rumah biopori. Sebelum melubangi tanah dengan alat khusus, terlebih dulu ia mencari genangan air di halaman kampus untuk menentukan lokasi rumah biopori. Menurutnya, biopori memiliki segudang manfaat bagi alam dan manusia.

Apalagi memasuki musim penghujan dewasa ini, biopori menjadi solusi ampuh menghindari banjir. Selain itu, lubang biopori yang diisi makanan berupa sampah organik bisa dipanen sebagai pupuk tanaman. Satu lubang rumah biopori sedalam 1,2 meter mampu menampung dua kresek besar sampah organik. “Biopori juga berfungsi sebagai tabungan air dalam tanah,” katanya.

Kegiatan semakin lengkap setelah dirangkai dengan demo membuat cairan ajaib, eco enzyme. Cairan yang berbahan sisa buah-buahan ini, menurut ahli, punya segudang manfaat bagi kesehatan manusia dan bumi. “Jadi sebenarnya mengelola sampah itu sangat gampang. Ada banyak cara yang mudah, bisa dilakukan di rumah,” kata Gus Norma.

Pada kesempatan yang sama, Dekan FISHUM UNR Dr. Gede Wirata, S.Sos., SH., MAP., menanyakan efektivitas peraturan Wali Kota Denpasar dan Gubernur Bali tentang pengurangan sampah plastik sekali pakai. Melihat tumpukan sampah yang berhasil dipungut kemarin, Wirata geleng-geleng kepala. “Sebuah peraturan harus terus disosialisasikan dan dikawal agar evektif. Sehingga jangan terus menyalahkan masyarakat,” kata Wirata.

Untuk memperkuat komitmen menjaga kelestarian alam, Dekan Wirata menandatangani Memorandum of Understanding (MoU) dengan sejumlah komunitas tersebut. Ke depan, ia berharap bersih-bersih lingkungan semakin sering digelar, dan dia siap memfasilitasinya. TUM