Akademisi Unwar Bantu Pengrajin Kerang Laut Tingkatkan Produksi Menuju Pasar Ekspor 

Pengabdian Masyarakat Universitas Warmadewa (Unwar) di Desa Serangan
Bagikan

DENPASAR, diaribali.com – Berbagai bahan bekas atau limbah dapat disulap menjadi kerajinan tangan bernilai jual tinggi. Seperti salah satunya kerajinan tangan berbahan baku limbah cangkang kerang laut disulap menjadi aneka kerajinan menarik atau memiliki nilai ekonomis tinggi.

Kerajinan ini ditekuni salah satunya warga di Desa Serangan. I Made Kananjaya. Pulau Serangan berada di kawasan Denpasar Selatan, merupakan kawasan yang strategis, dilihat dari topografinya, wilayah Desa Serangan dikelilingi oleh laut yakni sebelah utara berbatasan dengan laut dan hutan bakau, sebelah selatan, timur dan  barat  berbatasan dengan  laut  sehingga  hampir  60%  wilayahnya  merupakan daerah pesisir pantai.

Kelompok Pengrajin Kerang King Saguna Jaya yang dipimpin oleh I Made Kanan Jaya merupakan salah satu kelompok usaha pembuat kerajinan kerang laut yang berada di daerah Bali selatan tepatnya di Kelurahan Serangan, Kecamatan Denpasar Selatan.

Kerajinan ini selain memanfaatkan limbah cangkang kerang didapat dari restaurant, limbah cangkang kerang juga dicari langsung disekitar daerah pesisir desa Serangan.

Kanan Jaya  menyampaikan, berbagai jenis produk dapat dihasilkan mulai hiasan gantungan untuk interior, tempat lampu, hand sanitizer, tempat sabun hingga, dapat dipadukan dengan bentuk-bentuk produk lainnya.

Lama pengerjaan beragam tergantung tingkat kesulitan dan bentuk diinginkan. Mulai dari membutuhkan waktu dua jam hingga paling lama dua hari. Harga produk dibandrol mulai Rp10.000,- hingga Rp 500.00,- per pcsnya.

Kanan Jaya menambahkan, produk kerajinan ini dipasarkan di daerah pariwisata seperti di Nusa Dua dengan peminat wisman asal Jepang, Australia hingga, wisman asal Italia sempat membelinya sebagai buah tangan. Program Kemitraan Masyarakat (PKM) Universitas Warmadewa (Unwar) kali ini dilaksanakan dengan menggandeng mitra Kelompok Pengrajin Kerang King Saguna Jaya.

Menurut Ketua  Tim PKM Unwar  Dr. I Made Wianto Putra,SE,MSi dalam rangka untuk mengembangkan Usaha Kecil dan Menengah (UKM), salah satu faktor penting yang tidak boleh dilupakan para pengusaha adalah pembukuan. Pembukuan sederhana pada usaha kecil dan menengah cukup penting untuk kemajuan usaha sendiri.

Untuk mengetahui seberapa besar laba yang diperoleh dan apakah usaha tersebut mengalami perkembangan maka perlu membuat suatu laporan keuangan. Berdasarkan hasil observasi terhadap mitra UKM pengrajin kerang terdapat beberapa permasalahan sehingga menjadi penghambat mitra dalam mengembangkan usahanya.

Kesempatan ekspor yang tinggi pada UKM ini bukan tanpa kendala, cukup banyak masalah yang dihadapi oleh kelompok usaha ini diantaranya kurangnya kemampuan pengelolaan input dan ouput produksi, minimnya sarana pendukung produksi dan kurangnya pengetahuan mengenai tata cara melakukan ekspor. Untuk dapat memberdayakan secara optimal kelompok pengrajin kerang maka permasalahan yang dihadapi harus dapat di selesaikan terlebih dahulu.

Anggota Tim PKM Unwar  Dr. AA Media Martadiani,SE,MM  memberikan solusi dengan pendampingan dan pelatihan untuk pengelolaan input dan output produksi secara mandiri. Program yang dilakukan menggunakan metode penyuluhan dan sosialisasi  langsung yang dilakukan oleh tim dosen bersama mitra mengenai pengelolaan input   dan output produksi.

Kegiatan sosialisasi tata cara melakukan ekspor  diberikan oleh Dr Made Setini, S Kom ,MM treatment yang dilakukan    adalah sosialisasi yang bertujuan untuk membantu meningkatkan pengetahuan mitra dalam melihat peluang ekspor serta pemahaman dalam penerapan berbagai  tahapan menuju ekspor  Melalui pelatihan dan pendampingan Kelompok Pengrajin Kerang King Saguna Jaya, mendapatkan pengetahuan baru yang mendukung kualitas kerja dan inovasi dalam produk mereka.

Secara keseluruhan, kegiatan pemberdayaan ini telah berhasil dalam mendukung pemberdayaan pengrajin kerang laut . Langkah-langkah ini tidak hanya menguntungkan para pengrajin secara individual, tetapi juga berkontribusi pada pembangunan ekonomi lokal dan pemeliharaan warisan budaya yang berharga          Pengabdian ini diakhiri dengan penyerahan bantuan barang modal berupa alat gergaji listrik ( gerinda) untuk mempercepat proses produksi oleh Ketua Tim pengabdian  Dr . Made Wianto Putra,SE,MSi bersama tim pengabdian Unwar.