Listrik Aman Dimulai dari Sekolah

Denpasar,diaribali.com — Di tengah meningkatnya konsumsi listrik masyarakat Bali, terutama pada musim hujan, aspek keselamatan menjadi perhatian penting. PT PLN (Persero) Unit Pelaksana Pengatur Distribusi (UP2D) Bali memilih jalur edukasi sejak dini untuk menanamkan kesadaran tersebut.
Melalui program Peduli Bahaya Listrik Sejak Dini, PLN UP2D Bali memberikan edukasi keselamatan kelistrikan kepada 86 siswa SD Negeri 14 Dauh Puri, Denpasar. Kegiatan ini digelar dalam rangka peringatan Bulan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) Nasional, Kamis (30/1/2026).
Dalam kegiatan tersebut, siswa diperkenalkan pada berbagai potensi bahaya listrik yang kerap ditemui dalam kehidupan sehari-hari, seperti bermain di dekat stop kontak, menggunakan peralatan listrik dengan tangan basah, hingga risiko kabel listrik yang rusak. Edukasi ini menekankan bahwa kebiasaan sederhana, jika tidak dipahami dengan benar, dapat berujung pada kecelakaan serius.
PLN menilai, pemahaman keselamatan listrik sejak usia sekolah dasar memiliki dampak jangka panjang. Anak-anak tidak hanya diharapkan mampu melindungi diri sendiri, tetapi juga menjadi pengingat bagi keluarga di rumah agar lebih waspada dalam menggunakan listrik.
Edukasi disampaikan secara interaktif dengan alat peraga dan simulasi sederhana yang dekat dengan keseharian siswa. Metode ini membuat suasana belajar lebih komunikatif dan mendorong siswa aktif bertanya.
Manajer PLN UP2D Bali, Petrus Irwan Ichwansaputra, mengatakan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari tanggung jawab sosial PLN di luar fungsi penyediaan listrik.
“Listrik menjadi kebutuhan utama dalam hampir seluruh aktivitas masyarakat Bali. Karena itu, keselamatan harus dipahami sejak dini. Melalui edukasi ini, kami ingin membangun budaya aman dalam menggunakan listrik,” ujarnya.
Ia menambahkan, semangat Bulan K3 Nasional menjadi pengingat bahwa keselamatan bukan sekadar prosedur teknis, melainkan nilai yang perlu ditanamkan secara berkelanjutan.
Kepala SD Negeri 14 Dauh Puri, I Wayan Suartawan, mengapresiasi inisiatif PLN tersebut. Menurutnya, materi keselamatan listrik sangat relevan dengan kehidupan siswa sehari-hari dan disampaikan dengan cara yang mudah dipahami.
Guru SD Negeri 14 Dauh Puri, Ni Made Sintawati, menilai kegiatan ini memberi bekal penting bagi siswa. “Anak-anak terlihat antusias. Pengetahuan seperti ini sangat berguna untuk menjaga keselamatan mereka di rumah maupun di lingkungan sekitar,” katanya.
Salah satu siswa, Ayu Sazkia, mengaku senang mengikuti kegiatan tersebut. Ia mengatakan kini lebih memahami cara menggunakan listrik dengan aman di rumah.
Melalui edukasi ini, PLN UP2D Bali menegaskan perannya tidak hanya sebagai penyedia energi, tetapi juga sebagai mitra masyarakat dalam membangun budaya keselamatan dan penggunaan listrik yang bertanggung jawab. (Art)