Smartfren 5G Masuk Bali, Adu Cepat di Jantung Pariwisata Digital

Denpasar,diaribali.com —
PT XLSMART Telecom Sejahtera Tbk melalui merek Smartfren resmi melaunching layanan 5G di Bali. Langkah ini bukan sekadar ekspansi jaringan, melainkan pertaruhan strategis di wilayah dengan denyut ekonomi pariwisata, ekonomi kreatif, dan UMKM paling aktif di Indonesia.
Bali dipilih bukan tanpa alasan. Provinsi ini menjadi etalase transformasi digital nasional—mulai dari pelaku UMKM berbasis pariwisata, kreator konten, hingga layanan hospitality yang semakin bergantung pada konektivitas cepat dan stabil. Smartfren mencoba mengamankan posisi di ceruk ini melalui kampanye SMARTFREN 5G #BebasWorryMakinHappy.
“5G di Bali adalah wujud konkret komitmen kami untuk memberi kebebasan digital bagi masyarakat agar bisa berkreasi dan tumbuh tanpa batas,” ujar Chief Marketing Officer Smartfren XLSMART, Sukaca Purwokardjono, Jumat (17/1/2026).
Berbeda dari pendekatan spot coverage yang umum dipakai operator, Smartfren mengklaim mengusung strategi blanket coverage—jaringan merata di seluruh wilayah kota. Di Bali, lebih dari 600 BTS 5G ditanamkan di Denpasar dan Badung, bagian dari total 3.400 BTS 5G di 13 kota/kabupaten secara nasional.
Strategi ini penting, mengingat pengalaman pengguna 5G kerap tereduksi oleh koneksi yang putus saat berpindah lokasi, terutama di kawasan wisata padat dan area indoor.
Namun, jaringan saja tak cukup. Persaingan 5G kini bergeser ke harga dan fleksibilitas paket. Smartfren menawarkan paket Unlimited dan Kuota, fitur VoLTE, hingga panggilan gratis lintas merek di ekosistem XLSMART (XL, AXIS, dan Smartfren). Perusahaan jelas membaca sensitivitas harga pasar, khususnya segmen UMKM dan pekerja kreatif.
Peluncuran 5G ini juga dibungkus lewat pendekatan komunitas. Smartfren menggelar Smartfren Fun Run 2025 di Lapangan Renon, Denpasar, yang melibatkan lebih dari 1.000 peserta serta bazar UMKM lokal. Bagi perusahaan, acara ini bukan sekadar aktivasi merek, tetapi upaya membangun narasi bahwa 5G berkorelasi langsung dengan perputaran ekonomi lokal.
“Kolaborasi dengan UMKM dalam acara ini kami rancang agar dampak ekonominya terasa langsung,” kata Division Head Brand Communication Smartfren XLSMART, Edtine Pamilien Gensana.
Di sisi produk, Smartfren memperkenalkan paket 5G baru dengan fitur Unlimited, kuota anti-hangus, serta gratis WhatsApp Call dan Video. Strategi ini memperlihatkan arah bisnis yang semakin pragmatis: menahan churn pelanggan di tengah kompetisi tarif yang semakin ketat pascamerger industri telekomunikasi.
Dengan dukungan lebih dari 50 model smartphone 5G dan program bundling perangkat dari berbagai merek global, Smartfren berupaya memastikan adopsi 5G tidak terhambat oleh faktor perangkat.
Masuknya 5G Smartfren ke Bali menandai babak baru persaingan operator di wilayah premium. Pertanyaannya kini bukan lagi siapa yang paling cepat meluncurkan, melainkan siapa yang mampu menjadikan 5G relevan secara ekonomi—bagi pelaku usaha kecil hingga industri pariwisata kelas dunia. (Art)