Dasar Revitalisasi, Warmadewa Petakan Ulang Pura Tanggun Musuan, Sanur

Denpasar,diaribali.com – Upaya pelestarian dan penguatan fungsi pura dilakukan oleh Universitas Warmadewa melalui Program Kemitraan Masyarakat (PKM). Kali ini, Tim PKM Universitas Warmadewa melaksanakan kegiatan untuk mendukung revitalisasi bangunan-bangunan yang mengalami kerusakan di Pura Tanggun Musuan Sanur yang berlokasi di Dusun Tegal Asah, Sanur Kaja, Denpasar.
Kegiatan PKM ini diketuai oleh Putu Siskha Pradnyaningrum, S.T., M.R.K., dengan anggota tim Tjokorda Gede Dalem Suparsa, S.T., M.Ars., dan Anastacia Patricia Novlina Nurak, S.IP., M.IP., serta melibatkan mahasiswa Universitas Warmadewa. Mitra kegiatan adalah Pangemong/Pemaksan Pura Tanggun Musuan Sanur yang terlibat langsung dalam proses pengukuran dan pendataan lapangan.
Menurut tim kegiatan pengabdian, saat ini terdapat beberapa bangunan di dalam areal pura yang mengalami penurunan kualitas akibat usia bangunan dan keterbatasan fasilitas pendukung. Melalui program ini, tim kegiatan pengabdian berupaya menghadirkan solusi tidak hanya pada aspek fisik bangunan, tetapi juga pada penguatan kapasitas masyarakat dalam perencanaan dan pengelolaan pura.
Ketua tim PKM, Putu Siskha Pradnyaningrum, menjelaskan bahwa selama ini pura belum memiliki dokumen teknis bangunan yang lengkap dan terukur secara arsitektural. “Melalui kegiatan ini, kami melakukan pengukuran teknis secara detail terhadap bangunan dan areal pura. Hasil pengukuran ini kemudian disusun menjadi gambar teknis 2D dan diharapkan bisa dilanjutkan dengan dokumen 3D yang dapat digunakan sebagai acuan apabila di kemudian hari dilakukan revitalisasi atau perbaikan bangunan,” jelasnya.
Proses pengukuran dilakukan secara langsung di lapangan bersama pangemong pura, meliputi pendataan dimensi bangunan, tata letak ruang, struktur, serta kondisi fisik bangunan-bangunan yang mengalami kerusakan. Data tersebut kemudian diolah menggunakan teknologi Computer-Aided Design (CAD) untuk menghasilkan dokumen gambar teknis yang akurat dan terstandar.
Selain pengukuran teknis, tim PKM juga memberikan pendampingan kepada masyarakat pangemong pura terkait pemahaman gambar kerja, perencanaan bertahap revitalisasi, serta pengenalan material bangunan yang ramah lingkungan dan sesuai dengan karakter arsitektur tradisional Bali. Dengan demikian, masyarakat tidak hanya memiliki data teknis bangunan, tetapi juga memahami bagaimana memanfaatkannya untuk perencanaan jangka panjang.
Hasil dari kegiatan ini berupa dokumen gambar teknis kawasan pura berupa gambar Site Plan & Layout Plan, yang dapat dijadikan dasar pengajuan revitalisasi ke berbagai pihak, baik desa adat, pemerintah, maupun sumber pendanaan lainnya.
Ke depan, kegiatan akan dilanjutkan dengan penyempurnaan dokumen teknis, pelatihan pemeliharaan bangunan, serta penguatan peran Balai Pewaregan sebagai ruang kegiatan sosial dan pemberdayaan ekonomi masyarakat.
Melalui program PKM ini, Universitas Warmadewa berharap dapat membantu masyarakat memiliki dokumen perencanaan yang tertata secara teknis, sehingga setiap proses revitalisasi pura di masa mendatang dapat dilakukan secara terarah, terukur, dan tetap menjaga kesakralan serta nilai budaya lokal.