Bangkit Bersama: Harmoni Empat Dekade SMP PGRI 1 Denpasar

Oplus_0
Denpasar, diaribali.com
Empat dekade perjalanan bukan sekadar deret angka. Ia adalah kisah tentang ketekunan, perubahan, dan semangat yang tak pernah padam. Di aula utama yang dipenuhi cahaya dan gelak tawa, SMP PGRI 1 Denpasar menandai ulang tahun ke-40 dengan mengusung tema “Bangkit Bersama Merajut Asa, Berkarya untuk Grissa.” Tema itu bukan sekadar slogan, tetapi refleksi dari nafas panjang lembaga yang lahir dari semangat pendidikan rakyat. Jumat (24/10).
Kepala SMP PGRI 1 Denpasar, Dr.I Nengah Sukama, S.Pd., MM memberikan apresiasi kepada seluruh panitia, staf pimpinan, guru beserta pegawai yang telah menjaga nyala dedikasi sejak sekolah ini berdiri pada 1985. dirinya mengingatkan bahwa usia empat puluh tahun adalah momen refleksi bagi seluruh warga sekolah.
“Empat puluh tahun adalah refleksi. Jangan teledor, jangan lemah. Disiplinlah, karena dari situlah lahir pemenang di mana pun berada,” pesannya, tegas dan menyentuh.
Sukama menambahkan, pendidikan hari ini tidak hanya menuntut kemampuan akademik, tetapi juga ketahanan karakter dan kepekaan sosial.
“Terima kasih atas kerja sama dan dedikasi semua pihak. Selamat ulang tahun ke-40, SMP PGRI 1 Denpasar tetaplah mengudara di udara,” ucapnya dengan semangat yang membara.
Kegiatan ini menjadi bagian dari program non-akademik unggulan sekolah, wadah bagi siswa mengekspresikan potensi diri di luar ruang kelas. Ketua Panitia, Ni Luh Putu Utami Guniari, S.Ag., M.Pd, menegaskan bahwa perayaan ini bukan hanya seremoni tahunan, melainkan proses membangun jembatan antar budaya dan antar hati.
“Momen ini ruang bergaul dan ruang tumbuh. Kami ingin siswa-siswi mampu menjalin hubungan harmonis, melahirkan generasi emas tanpa membeda-bedakan budaya,” ujarnya, dalam nada yang menggema di antara tepuk tangan peserta.
Rangkaian kegiatan masih Guniari, dimulai sejak 20 Oktober dengan kegiatan jalan sehat membuka perayaan dengan langkah-langkah gembira di sepanjang jalan Denpasar. Setelah itu, serangkaian lomba menggeliatkan semangat kebersamaan diantaranya kelereng sendok, terenggiling bola, lomba puisi, poster, video kreatif, karaoke, modern dance, kebersihan kelas, hingga kompetisi e-sport Mobile Legend dan Free Fire. Di sela-sela kegiatan, door prize dibagikan, menambah riuh suasana yang penuh warna.
Semua berlangsung dengan dukungan kolektif dari siswa, sekolah, hingga sponsor seperti Penerbit Erlangga, Dwijaya Mandiri, Kama Konveksi, dan Kantin Sekolah. Kolaborasi itu menjadi wujud gotong royong yang menegaskan bahwa pendidikan bukan milik satu pihak, melainkan hasil sinergi bersama.
“Empat dekade telah berlalu. Namun, semangat sekolah ini tetap menyala menembus waktu, menembus batas, bergerak dalam harmoni,” ujarnya.
Menjelang penutupan, suasana berubah haru. Doa dan syukur bergema dalam keheningan, menandai akhir sebuah perayaan, namun juga awal perjalanan baru.
Di usia empat puluh, sekolah ini tak sekadar berdiri, ia tumbuh berakar pada nilai dan bangkit bersama untuk masa depan yang lebih bercahaya. (Get)