Tim PKM Unwar Tingkatkan Manajemen Penjualan IRT Jaje Bolong “Sari Rasa  Bolong“

TIM PKM UNwar serahkan bantuan satu unit mesin tepung kepada IRT Jaje Bolong “Sari Rasa  Bolong“ di Banjar Pekandelan Desa Adat Sading
Bagikan

BADUNG, diaribali.com – Tim Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Universitas Warmadewa (Unwar) sasar salah satu kelompok industri rumah tangga IRT Jaje Bolong “Sari Rasa  Bolong“ di Banjar Pekandelan Desa Adat Sading, dengan memberikan Pendampingan Pelatihan Pencatatan Secara Akuntansi dan Permodalan.

Pengabdian yang berlangsung beberapa belum lama ini, terdiri dari dosen dan mahasiswa Unwar, dengan anggota dosen Ketut Sudarmini, Gusti Ayu Sugiati, I Dewa Ayu Eka Pertiwi.

Ketua PKM Ketut Sudarmini, SE., M.Agb., menyampaikan bawah pelatihan pencatataan secara akuntansi dan permodalan kelompok IRT sangat penting untuk meningkatkan manajemen penjualan. Harapannya dengan pelatihan ini sistem penjualan akan semakin baik, wilayah pemasaran semakin luas, dan mampu menghemat biaya pemasaran khusunya dengan sosial media.

Lebih lanjut Sudarmini menjelaskan, dalam pendampingan mitra dituntun cara melakukan pencatatan secara akuntansi yang sederhana, cara menentukan harga pokok penjualan dan diberi bantuan satu unit mesin tepung serta dihubungkan dengan salah satu koperasi untuk bekerja sama  untuk membantu memberikan pinjaman untuk modal kerja.

Desa Adat Sading, kata dia, adalah salah satu Desa Adat  yang ada di Kecamatan Mengwi yang penduduknya hampir 12% (873 orang) mata pencahariannya adalah berdagang dan industri rumah tangga. Kelompok industri rumah tangga  Jaje Bolong Sari Rasa Bolong , dalam memenuhi permintaan pelanggan masih belum bisa dalam jumlah yang banyak, hal ini disebabkan karena mitra memproduksi menggunakan peralatan yang masih terbatas dengan wajan yang masih ukuran sedang dan kompor yang digunakan juga masih sedikit.

“Hal tersebut dikarenakan masih kekurangan modal untuk membeli peralatan yang lebih besar. Mitra sudah  memasarkan produknya melalui media social seperti Instagram, fecebook dan juga whatsapp. Perkembangan penjualan cukup meningkat, tetapi dalam menetapkan harga jual terjadi persaingan diantara IRT yang memproduksi kue yang sama kelompok IRT Sari Rasa Bolong bahwa setiap hari mampu memproduksi sejumlah 15 Kg beras sebagai bahan baku dan out put yang dihasilkan dapat terjual semuanya,” jelasnya melalui pesan rilis yang diterima Minggu (16/6/2024) di Denpasar

Wilayah pemasaran, kata dia, masih disekitar Desa Sading dan juga ke pasar tradisional lingkungan Sempidi. Kelompok berkeinginan memperluas wilayah pasar ke daerah lain. Selama ini mitra dalam mengolah beras menjadi tepung masih memproduksi ke tempat lain sehingga timbul biaya, apabila mitra memiliki mesin pengolah beras menjadi tepung maka akan dapat menghemat biaya, sehingga keuntungan dapat meningkat. Zor/RL