Sekolah Rakyat Karangasem Hampir Rampung, Koster Minta Tuntas Tepat Waktu
Gubernur Bali Wayan Koster Meninjau Progres Sekolah Rakyat di Karangasem, Senin (13/7).
Karangasem,diaribali.com – Gubernur Bali Wayan Koster meninjau progres pembangunan sekaligus pelaksanaan penerimaan peserta didik baru di Sekolah Rakyat Terintegrasi 3 Provinsi Bali di Desa Tulamben, Kecamatan Kubu, Kabupaten Karangasem, Senin (13/7/2026).
Sekolah Rakyat yang berdiri di atas lahan seluas 5,6 hektare milik Pemerintah Provinsi Bali itu merupakan program strategis Presiden Prabowo Subianto untuk memperluas akses pendidikan bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu sekaligus memutus rantai kemiskinan ekstrem melalui sistem pendidikan berasrama.
Dalam kunjungannya, Koster meninjau ruang kelas, asrama, kantin, tempat ibadah, toilet, fasilitas air bersih, hingga kesiapan listrik. Ia juga menyapa calon siswa SD, SMP, dan SMA yang sedang mengikuti proses pendaftaran.
Kepala Satker Pelaksanaan Prasarana Strategis Kementerian PUPR, Ni Nengah Satriyani, melaporkan progres pembangunan telah mencapai 95 persen dan ditargetkan selesai pada 30 Juli 2026. Sebanyak 74 siswa dijadwalkan mulai menempati sekolah secara permanen pada 31 Juli.
Menurut Satriyani, bangunan sekolah mengusung konsep ramah lingkungan dengan sirkulasi udara alami tanpa pendingin ruangan. Kebutuhan air dipenuhi dari dua sumur bor dan jaringan PDAM, sementara pasokan listrik berasal dari gardu PLN berkapasitas 345 kVA yang didukung genset cadangan.
Kompleks sekolah dilengkapi 18 ruang kelas SD berkapasitas 540 siswa, masing-masing sembilan ruang kelas untuk SMP dan SMA, asrama siswa, rumah susun guru, gedung serbaguna, lapangan olahraga, serta fasilitas ibadah.
Direktur Pemberdayaan Sosial Komunitas Adat Terpencil Kementerian Sosial, Ketut Supena, mengatakan seluruh siswa akan memperoleh seragam, buku, laptop, serta makan bergizi tiga kali sehari secara gratis. Sebelum pembelajaran dimulai, siswa juga akan menjalani pemeriksaan kesehatan, tes kebugaran, dan pemetaan potensi diri.
Sementara itu, jumlah pendaftar hingga kini tercatat 19 siswa SD serta masing-masing 90 siswa untuk jenjang SMP dan SMA. Kebutuhan guru sementara dipenuhi oleh tenaga non-ASN, guru dari Dinas Pendidikan Kabupaten Karangasem, dan guru tamu dari Dinas Pendidikan Provinsi Bali sambil menunggu rekrutmen dari pemerintah pusat.
Koster meminta seluruh pekerjaan, terutama asrama, dapur, kamar mandi, dan ruang kelas, diselesaikan tepat waktu. Ia menegaskan akan terus memantau proyek tersebut dan melaporkan perkembangannya kepada Menteri Sosial agar program prioritas Presiden berjalan sesuai target.
Pemprov Bali juga dijadwalkan kembali meninjau Sekolah Rakyat pada 31 Juli hingga 1 Agustus 2026 untuk memastikan seluruh fasilitas siap digunakan saat kegiatan belajar mengajar dimulai. (db)