Polisi Ringkus Tiga Pemuda Pengguna Narkoba di Tabanan

Tiga pelaku narkoba jenis ganja yang ditangkap Satnarkoba Polres Tabanan. diantaranya I Gede Ari Setiawan alias Ari, Nengah Diksa Prabawa alias Diksa dan I Putu Krisna Mukti alias Rere. (ist)
Bagikan

TABANAN-DiariBali

Tiga orang pengguna narkoba jenis ganja diamankan Tim Operasional Satuan Reserse Narkoba Polres Tabanan.
Ketiga orang tersebut adalah I Gede Ari Setiawan alias Ari (34), Nengah Diksa Prabawa alias Diksa (22) dan I Putu Krisna Mukti alias Rere (34). Ketiganya berasal dari Desa Wangaya Gede, Penebel Tabanan.
Kasat Narkoba Polres Tabanan AKP I Gede Sudiarna mengatakan, penangkapan ini dilakukan pada Selasa (2/11) lalu. Setelah mendapatkan informasi dari masyarakat dan melakukan penyelidikan, polisi kemudian menangkap Ari sekitar pukul 15.00 Wita.


Ari ditangkap di rumahnya di Banjar Dinas Wongaya Bendul, Desa Wongaya Gede, Penebel. Polisi kemudian mengamankan 1 buah plastik klip yang didalamnya berisi daun dan biji yang diduga ganja seberat 0,84 gram. Barang tersebut ditemukan di dalam tas kresek berwarna bening yang tersimpan di dalam saku celana panjang jeans.
“Saat kami tanya Ari mengaku barang haram tersebut jenis ganja memang miliknya yang dibeli dengan cara patungan bersama I Nengah Diksa Prabawa alias Diksa. Dengan harga Rp 150 ribu,” kata AKP Gede Sudiarna, Rabu (17/11).
Setelah menangkap Ari, polisi langsung mengamankan Diksa sekitar pukul 17.50 Wita di rumahnya di daerah di Banjar Dinas Wongaya Kaja, Desa Wongaya Gede.


Diksa tak berkutik ketika dibekuk dan mengakui jika barang ganja yang berada Ari adalah miliknya juga.
Saat melakukan penggeledahan di lemari pakaian pelaku, polisi kembali menemukan ganja sebeart 1,20 gram yang tersimpan di dalam tas kresek warna bening dan ganja yang sudah dilinting daun kering siap pakai seberat 0,56 gram.
Diksa mengaku barang haram tersebut ia dapat dengan cara membeli seharga Rp 300 ribu dari pelaku I Putu Krisna Mukti alias Rere. “Kami memburu Rere dan berhasil membekuknya di rumahnya dan mengakui bahwa barang haram tersebut yang berada di tersangka Diksa hasil penjualann miliknya. Rere kami tangkap sekitar pukul 19.30 WITA,” jelas AKP Gede Sudiarna.


Tiga pelaku ini sebagian besar pemakai yang usia masih produktif. Atas perbuatannya polisi menjerat ketiga pelaku dengan pasal 111 ayat (1) dan 114 ayat (1) UU No. 35 tahun 2009 tentang narkotika. Dengan ancaman paling sikat 4 tahun penjara dan paling lama 12 tahun penjara.


AKP Gede Sudiarna menambahkan peredaran narkoba kini sudah tak lagi di lokasi perkotaan. Melainkan kini sudah menyasar desa-desa di Tabanan dan menyasar para pemuda di desa. Sehingga para orang tua di Tabanan wajib mewaspadai hal ini dan memantau anak-anaknya. Terutama di daerah pedesaan Penebel mulai terjadi peredaran narkoba. “Kita himbau orang tua tolong diawasi putra putri supaya tidak terjerat barang haram narkoba apaoun jenis. Jjangan sekali-kali mencoba mencicipi narkotika. Lebih baik benar-benar dengan kegiatan positif seperti berkesenian, menari dan kegiatan lainnya di desa,” tandasnya.

Sumber: radarbali