BPD Bali Catat Aset Rp43 Triliun, UMKM Tumbuh Dua Digit
Direktur Utama Bank BPD Bali I Nyoman Sudharma.
Denpasar,diaribali.com- Bank BPD Bali terus memperkuat fondasi bisnisnya melalui peningkatan modal, transformasi digital, dan perluasan dukungan pembiayaan bagi sektor produktif. Upaya tersebut menjadi bagian dari strategi memperkuat daya saing bank daerah sekaligus mendukung pertumbuhan ekonomi Bali.
Direktur Utama Bank BPD Bali I Nyoman Sudharma mengatakan, hingga Mei 2026 kinerja perseroan menunjukkan tren positif. Total aset Bank BPD Bali tercatat mencapai Rp43,1 triliun atau tumbuh 8,19 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Tak hanya itu, penyaluran kredit kepada sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) juga mencatat pertumbuhan lebih dari 11 persen. Angka tersebut jauh melampaui rata-rata pertumbuhan UMKM nasional yang berada di kisaran 1 persen.
“Kami berkomitmen terus mendukung pembangunan ekonomi Bali melalui penguatan sektor-sektor produktif dan pembiayaan yang berdampak langsung bagi masyarakat,” ujar Sudharma saat peringatan HUT ke-64 Bank BPD Bali di Denpasar, Sabtu (30/5).
Saat ini Bank BPD Bali didukung jaringan operasional yang terdiri atas 17 kantor cabang, termasuk cabang di Mataram, serta 38 kantor cabang pembantu yang melayani masyarakat di berbagai wilayah.
Sejalan dengan pertumbuhan bisnis, Bank BPD Bali juga terus memperkuat transformasi digital untuk meningkatkan kualitas layanan dan efisiensi operasional. Pengembangan sistem berbasis teknologi dinilai menjadi kebutuhan penting dalam menghadapi persaingan industri perbankan yang semakin ketat.
Gubernur Bali Wayan Koster menilai Bank BPD Bali memiliki peran strategis sebagai lembaga keuangan daerah yang tidak hanya berorientasi pada keuntungan, tetapi juga menjadi penggerak pembangunan ekonomi Bali.
Menurut Koster, penguatan modal menjadi salah satu langkah penting agar Bank BPD Bali memiliki kapasitas yang lebih besar dalam mendukung pembiayaan pembangunan dan dunia usaha. Modal inti bank tersebut ditargetkan meningkat dari sekitar Rp5,8 triliun menjadi di atas Rp6 triliun.
Selain penguatan modal, Bank BPD Bali juga didorong meningkatkan kapasitas kelembagaan, kualitas sumber daya manusia, serta memperkuat inovasi layanan berbasis digital.
Bank BPD Bali juga diarahkan untuk memperluas dukungan pembiayaan pada sektor-sektor unggulan Bali, seperti pertanian, peternakan, kelautan dan perikanan, industri manufaktur, UMKM dan koperasi, ekonomi kreatif dan digital, serta pariwisata.
Dengan tema “Harmoni Bertumbuh Menjaga Stabilitas”, Bank BPD Bali menegaskan komitmennya untuk terus tumbuh secara sehat dan berkelanjutan. Di tengah dinamika ekonomi, bank daerah ini berupaya memperkuat posisinya sebagai mitra utama masyarakat dan pelaku usaha sekaligus menjadi salah satu pilar penting dalam pembangunan ekonomi Bali. (Art)