UD. Tri Hita Karya Ciptakan Wine Herbal

Tri Hita Karya Produksi Wine Herbal

BADUNG, diaribali.com- UD. Tri Hita Karya merupakan perusahaan produsen minuman yang berdiri sejak tahun 2013.

Menariknya, perusahaan yang didirikan oleh Ir. Made Rai Suweca asal Mengwi ini, selain memproduksi minuman berjenis wine dan beer seperti yang beredar di pasaran, namun juga memproduksi wine herbal. Hal ini terungkap saat acara deklarasi UD. Tri Hita Karya, Selasa (13/12/2022) di halaman kantor setempat.

Rai Suweca saat dikonfirmasi mengatakan, semua jenis produk yang ia produksi merupakan produk unggulan baik itu beer, wine dan juga minuman golongan C yang meliputi vodka, wiskey serta lainnya.

Mengingat ketatnya persaingan, Rai Suweca optimis kualitas produknya tidak kalah dengan produk lain, ia bahkan berani bersaing dengan memberikan kualitas yang spesial.

“Untuk persaingan di Bali banyak sekali pabrik yang produksi, nanti kita akan buat kualitas yang spesial, beberapa merek sudah banyak ada namun nanti kita akan bersaing di kualitas saja” Kata Rai Suweca.

Ia melanjutkan, salah satu produk herbal yang dihasilkan berupa jamu yang terdiri dari 49 rempah yang mana kandungan utamanya adalah bebungkil, jahe, cengkeh, rosela dan rempah lainnya.

“Seperti kita ketahui, rempah itu memang obat. Tiang menemukan dan tiang belajar dari farmasi dan proses produksi selama 7 hari,” jelasnya.

Pada kesempatan yang sama, Kuasa Hukum Ir. Made Rai Sweca, Kris Harno, mengatakan mengenai perijinan hingga saat ini masih menggunakan ijin yang sama. Pemerintah setempat juga telah memberikan ijin pembaharuan.

“Faktanya sampai hari ini perijinan masih sama, masih atas nama UD. Tri Hita Karya, atas nama pribadi Rai Suweca dan itu tidak berubah,” ucap Kris Harno.

Dikatakan, untuk mulai melanjutkan produksi setelah dua tahun terkena dampak pandemi, pihaknya akan menyesuaikan dengan kemampuan serta mengajak investor yang memungkinkan untuk diajak kerjasama.

“Kita akan memfokuskan pada wine yang juga bisa sebagai obat. Wine punya spesifikasi untuk penyembuhan kanker, migrain dan semacamnya. Sehingga produksi akan banyak menggunakan herbal,” ujarnya.

Semntara itu, I Gusti Ngurah Harta selaku Penasihat, nengingatkan agar jangan hanya mengejar keuntungan tanpa mempertimbangkan keadaan sekitar.
“Semoga saja dengan peresmian hari ini bisa berkelanjutan dan terus berkembang tanpa hambatan,” Harapnya. Zor