TNI Bangunkan Lahan yang Tertidur Panjang

Ket: TNI bangunkan kembali lahan tidur menjadi lahan produktif dalam program TMMD ke-111 Kodim 1623/Karangasem.
Bagikan

“Kegembiraan Warga Dusun Sogra, Desa Sebudi, Kecamatan Selat, Karangasem, terhadap Pajurit yang tergabung dalam Satuan Tugas (Satgas) TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-111 Kodim 1623/Karangasem membangunkan kembali lahan tidur menjadi lahan produktif”

AMLAPURA, DiariBali
I Nyoman Tinggal tak bisa menyembunyikan kegembiraannya. Sesekali ia mengulum senyum saat melempar pandangan ke hamparan lahan tidur di Desa Adat Bukit Galah, Dusun Sogra, Desa Sebudi, Kecamatan Selat, Kabupaten Karangasem, Bali.

Sebagai Kepala Desa atau Perbekel Sebudi, Nyoman Tinggal menaruh harapan besar pada hektaran lahan milik Desa Adat Bukit Galah yang terletak di kaki Gunug Agung. Gunung berapi terbesar di Bali. Harapannya kian membuncah setelah 150 prajurit Tentara Nasional Indonesia (TNI) “menyulap” 1,4 hektar lahan tidur menjadi lahan produktif. Lahan itu kini telah ditanami tanaman holtikultura.

Pajurit tersebut tergabung dalam Satuan Tugas (Satgas) TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-111 Kodim 1623/Karangasem yang dimulai sejak pertengahan Juni 2021. Menariknya, pembukaan lahan produktif ini adalah program sasaran tambahan. Sedangkan sasaran pokoknya yakni pembangunan jembatan, senderan dan cekdam penahan pasir.

Nyoman Tinggal berharap, inisiatif Satgas TMMD ini mampu menggugah minat warganya untuk bercocok tanam. “Dulu lahan di sini cukup produktif dengan tanaman holtikulturanya. Tapi sejak 2017 lalu ditinggal mengungsi karena erupsi Gunung Agung. Makanya seperti hutan dia,” jelas Nyoman Tinggal, Rabu (14/7) di sela penutupan TMMD.

Sebagai pemimpin, tentunya ia menginginkan rakyatnya sejahtera berdasarkan potensi yang ada. Dalam hal ini, ia ingin menonjolkan sektor perkebunan sebagai unggulan. Apalagi, kini Desa Bukit Galah memiliki jembatan permanen yang mempermudah akses memasarkan produk perkebunan dan peternakan warganya ke sentra-sentra penjualan.

“Terimakasih bapak-bapak TNI, Polri, masyarakat serta Pemerintah Kabupaten Karangasem yang telah membantu warga kami. Kami akan jaga hasil TMMD ini,” kata Nyoman Tinggal. Ia juga mendorong warganya agar menekuni sektor perkebunan agar tidak melulu mengandalkan sektor pariwisata yang sangat rentan ibarat istana kardus.

Komandan Satuan Tugas (Dansatgas) TMMD Ke 111 Letkol Inf Bima Santosa, Selasa (22/6) mengatakan sasaran tambahan pembukaan lahan pertanian di tengah pelaksanaan TMMD dimaksudkan supaya masyarakat Bukit Galah, tergugah hatinya untuk bercocok tanam, agar ke depan perekonomian warga setempat bisa meningkat dengan hasil pertanian, serta dapat mewujudkan ketahanan pangan.

“Potensi geografi Bukit Galah dimana kita melaksanakan TMMD dekat kaki Gunung Agung, udaranya sejuk dan tanahnya subur maka cocok untuk dibuka lahan pertanian utamanya untuk ditanami sayuran dan juga umbi-umbian,” kata Bima, belum lama ini.

Pelaksanaan TMMD di “Gumi Lahar” sempat ditinjau langsung oleh Asisten Teritorial (Aster) Kasad Mayjen TNI Nurcahyanto dalam rangka pengawasan dan evaluasi atau Wasev di pekan kedua, Jumat (25/6). Secara khusus, jenderal bintang dua ini mengapresiasi adanya sasaran tambahan berupa pembukaan lahan perkebunan seluas 1,4 hektare yang sebelumnya merupakan lahan non produktif serta dibangunnya bak penampungan air bersih bagi warga Desa Sebudi.

“Kita melihat langsung progres pembangunan TMMD yang luar biasa ini dan akan memberi manfaat luar biasa juga bagi masyarakat dimana nantinya sebagai sarana transportasi masyarakat satu dengan yang lainnya dimana menghubungkan dua wilayah kecamatan yaitu Kecamatan Selat dengan Kecamatan Bebandem,” sebut Mantan Danrem 163/Wira Satya yang menjabat 2015 silam.

Bupati Karangasem I Gede Dana yang mendampingi kunjungan kerja tersebut mengucapkan terima kasih atas sinergi dan kerjasama dengan pihak TNI. Bupati berharap program bersinergi seperti TMMD ini dapat dilaksanakan dalam setiap tahunnya di Karangasem.

“Maunya kami setiap tahun ada kerjasama dengan TNI, tidak saja dalam skala besar seperti TMMD kali ini dengan anggaran 1,3 milyar rupiah, tetapi juga dalam skala yang lebih kecil dalam kisaran 200 sampai 300 juta rupiah untuk pembuatan saluran sungai, kami berharap sinergi dan bantuan TNI,” harap Gede Dana. (Tum).