Seluruh Perguruan Tinggi se-Bali Dirangkul Unud Di Bawah Kepemimpinan Prof. Antara

RANGKUL-Rektor Unud (dua kiri) bersama Ketua Aptisi Bali, (dua kanan) di sela rapat Forum Pimpinan Perguruan Tinggi Bali, Rabu (22/9).

DENPASAR-DiariBali

Belum genap sebulan dilantik menjabat Rektor Universitas Udayana (Unud), Prof. Dr. Ir. I Nyoman Gde Antara, M.Eng. IPU., membuat berbagai gebrakan agar keberadaan Unud benar-benar dirasakan oleh masyarakat Bali khususnya, dan Indonesia pada umumnya.

Teranyar, pada Rabu (22/9), Unud menjadi tuan rumah rapat Forum Pimpinan Perguruan Tinggi Bali (FP2TB). Rapat ini dihadiri pimpinan dari perguruan tinggi negeri (PTN) dan pimpinan perguruan tinggi swasta (PTS) digelar secara luring dengan penerapan protokol kesehatan yang ketat. Rapat ini membuktikan Rektor Antara ingin merangkul seluruh perguruan tinggi yang memikul tugas bersama; mencerdaskan kehidupan bangsa.

Prof. Antara menjelaskan, pada pertemuan ini, dibahas terkait Anggaran Dasar organisasi. Ini kata dia, sangat penting bagi FP2TB, karena forum ini sangat strategis. Melalui forum ini, pihaknya berharap, Unud dengan perguruan tinggi lain, bisa melakukan program kerja, yang bertujuan untuk meningkatkan tanggung jawab sebagai pimpinan perguruan tinggi, yakni ikut serta dalam mencerdaskan kehidupan bangsa, sebagaimana amanat undang-undang.

Unud, kata dia, dengan visi yang dimiliki sudah jelas yakni bagaimana bisa menciptakan sumber daya manusia (SDM) yang unggul di Bali. Itulah yang akan digabungkan bersama dengan perguruan tinggi di Bali, sebagai kebersamaan, sehingga ini bisa saling mengisi.

“Unud siap bekerja sama dengan seluruh perguruan tinggi di Bali. Karena tujuan kita adalah mencerdaskan kehidupan bangsa, mendidik anak-anak mahasiswa sesuai dengan tugas pokok dan fungsi masing-masing. Sehingga mendapatkan program- program yang memang relevan untuk itu. Bagaimana SDM Bali bisa dibuat unggul, memiliki kepribadian dan berkontribusi dalam pembangunan bangsa,” harapnya.

Pada kesempatan ini juga dilakukan penandatanganan MOU antara Unud dengan Asosiasi Perguruan Tinggi Swasta Indonesia (APTISI) Wilayah VIII A Bali, yang dilakukan Rektor Unud dengan Dr. Drs. I Made Sukamerta, M.Pd., selaku Ketua Asosiasi Perguruan Tinggi Swasta Indonesia (APTISI) Wilayah VIII A Bali.

Yang mana Unud dipercaya sebagai universitas pembina seluruh universitas di Bali, tentu melalui MOU ini, diharapkan, bagaimana Tri Dharma Perguruan Tinggi, bisa dilakukan bersama.

Hal ini, lanjut dia, juga berkaitan dengan SDM, program kerja, mahasiswa baru. “Nantinya kita akan melakukan pengabdian-pengabdian secara kolaboratif, sehingga lebih berdampak untuk masyarakat. Dengan dilakukan bersama – sama tentu, semua bisa dilakukan lebih cepat,” ucapnya.

Pada kesempatan yang sama, Kepala Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDikti) Wilayah VIII Prof. Dr. Drs. I Nengah Dasi Astawa, M.Si., menyampaikan kalau pertemuan ini sangat strategis. Yang mana menurutnya, Unud sudah menempatkan posisinya yang luar biasa, yakni Adaptif, reformis dan selalu bergerak ke depan untuk berkolaborasi. Karena menurutnya, suatu kemajuan kualitas berkaitan dengan kolaborasi.

Pihaknya mengajak Unud dan perguruan tinggi lain untuk menjaga kebersamaan. Antar perguruan tinggi boleh bersanding, boleh juga bersaing secara positif untuk meningkatkan kualitas, dan untuk mengejar mutu.

“Di zaman revolusi 4.0 ini, kita tidak boleh tertutup dan tidak boleh merasa kuat sendiri termasuk bagi Unud. Ini yang saya lihat pada Rektor Unud Prof Gde Antara yang ingin berkolaborasi, bersanding, bersaing, bertanding dalam konteks yang positif. Luar biasa saya kagum dengan pola berpikirnya,” sanjung Prof. Dasi.

Lebih lanjut pihaknya berharap, dalam berkolaborasi nanti, agar selalu bersinergi dengan perguruan tinggi lain, sehingga nantinya akan ada take and give. Yang mana, antara perguruan tinggi negeri dan swasta ini akan bisa saling mengisi, apabila ada celah kekurangan, bisa ditutupi oleh yang memiliki keunggulan. “Kami berharap selalu ada sinergitas, sehingga nantinya akan bisa saling mengisi,” pungkasnya. TUM