Sangat Mulia! Driver GoCar Tak Minta Ongkos Angkut Penumpang ke RS.

Sopir GoCar I Nyoman Suriantha

DENPASAR-DiariBali
Hati mulia dimiliki oleh salah seorang pengemudi GoCar di pulau dewata, Bali. Pasalnya dirinya rela tidak meminta ongkos sebagai jasa angkut yang sudah dikukan terhadap pemesan GoCar.

Bukan tanpa alasan dirinya tidak mengenakan tarif terhadap pemesan GoCar. Adalah pasien dalam kondisi butuh pertolongan darurat, dan tak tanggung-tanggung dirinya juga turut memboyong dan dari tempat penjemputan hingga memastikan mendapat penanganan sesampai di rumah sakit.

Atas kondisi serba panik sang keluarga pemesan, dirinya pun tak memperhitungkan ongkos, dan memilih untuk langsung pergi meninggalkan pemesan setelah sudah mendapatkan penanganan tim medis.

Perbuatan mulia ini dilakukan oleh I Nyoman Suriantha (38) – driver GoCar Bali yang peduli terhadap kondisi darurat penumpangnya yang dalam kondisi sakit dan membutuhkan pertolongan cepat tanpa harus memandang imbalan.

Kisahnya sempat viral beberapa waktu lalu karena penumpangnya yang bernama Sri Mahendri mencari-cari driver yang menolong suaminya ke RS. karena ia belum sempat membayar layanannya.

“Saya sampai menghubungi admin @gojek24jam untuk menanyakan kontak beliau karena apa yang telah dilakukan melampaui tugasnya sebagai driver Gocar. Beruntung saya akhirnya dapat dipertemukan oleh Pak Komang (nama panggilannya) di acara Kopi Darat (Kopdar) Virtual Gojek Bali sehingga saya dapat menyampaikan ucapan terima kasih secara langsung,” ujar Sri, Selasa (24/8).

Apa yang dilakukan oleh I Nyoman Suriantha berawal dari sebuah pesanan GoCar di akhir pekan beberapa waktu yang lalu. “Saya sedang berada di RS Bali Mandara-Denpasar untuk mencari kamar bagi suaminya yang terdampak pandemi. Mengingat tengah berburu dengan waktu, ia memesankan taksi online ini via aplikasi,” cerita Sri.

Komang segera meluncur ke lokasi begitu panggilan itu ia terima. Meski ia sadar betul bahwa penumpangnya tengah sakit dan ia berpotensi terpapar, namun panggilan kemanusian-lah yang membuatnya tergerak.

“Saya sudah dua kali di-vaksin oleh Gojek. Selain menggunakan alat pelindung diri, semuanya saya serahkan ke Sang Hyang Widhi untuk dapat melindungi saya”, ujarnya.

Sesampai di lokasi, ia harus berjalan sejauh 50 meter ke titik penjemputan. “Saya akhirnya menggotong penumpang bersama mertuanya mengingat tidak ada seorang pun tetangganya yang ikut membantu. Setelah beberapa kali berhenti untuk mengatur nafas, sang penumpang yang kebetulan berpostur besar tersebut akhirnya sampai juga ke mobilnya. Saya langsung tancap gas ke RS. Bali Mandara,” cerita bapak dua putri ini.

Namun sayang, kondisi saat itu memang tengah banyak pasien sehingga Komang menyarankan pelanggannya agar suaminya dibawa ke RSUP Sanglah, Denpasar. Ternyata kondisi saat itu juga sama ramainya dan Sri meminta agar suaminya dibawa pulang ke rumah saja karena ia sudah cukup putus asa.

Tapi Komang meyakinkan bahwa suami sang pelanggan harus dirawat, apapun resikonya. “Saya sempat bersitegang dengan Satpam RS. karena saya memarkir mobil di depan IGD. Tapi saya lakukan ini agar penumpangnya bisa segera mendapatkan perawatan setibanya disini,” ujarnya.

Meski kursi roda sudah tidak ada, Komang tidak kurang akal. Ia melihat ada brankar (tempat tidur dorong) di pojok ruangan. Meski tengah digunakan oleh pasien lain, Komang pantang menyerah. Ia melobi dan singkat cerita keluarga pasien memberikan brankar tersebut karena sang pasien ternyata ingin kembali ke rumah.

Pikirannya simple saja. Begitu pasien mendapatkan kursi roda atau brankar, ada peluang untuk bisa mendapatkan perawatan. Kegigihannya ternyata berbuah manis, sang pasien akhirnya mendapat perawatan di Instalasi Gawat Darurat dan keesok harinya ia masuk dalam ruang rawat inap.

Tidak terasa Komang memberikan layanan primanya dari jam 14-an hingga jelang petang. Setelah ia membersihkan diri di toilet RS. dan mengganti pakaiannya, mantan Branch Manager di salah satu perusahaan pembiayaan nasional di Sidoarjo ini bergegas pulang ke rumah untuk kembali membersihkan diri ketika ia melihat pelanggannya tengah bertelepon. Komang memang sudah berniat tidak mengutip bayaran atas layanannya ini.

Terhadap apa yang dilakukan oleh Komang, Viona Ong – District Head Gojek Bali & Nusra menyampaikan terima kasih dan apresiasi yang mendalam atas dedikasi Pak Komang. Melayani pelanggannya, terlebih dalam kondisi sakit dan berpotensi terpapar merupakan hal yang luar biasa. Vaksinasi yang telah diterimanya secara lengkap, menggunakan alat pelindung diri serta perlindungan-Nya membuat beliau mantap dalam menjalankan profesinya.

“Apa yang dilakukan pak komang merupakan cerminan semangat Gojek bersama mitranya untuk menghadirkan layanan yang terbaik dan menjadi andalan bagi pelanggan di situasi pandemi. Aksi heroik dengan penuh ketulusan hati ini mendorong Gojek memberikan Penghargaan Driver Jempolan kepada Pak Komang dan juga mempertemukan secara virtual dengan Ibu Sri – pelanggan yang telah dibantunya. Ibu Sri berkesempatan secara langsung menyampaikan terima kasih kepada Pak Komang,” jelas Viona.

Lebih lanjut mengenai upaya mengedepankan kenyamanan dan keamanan, Viona menjelaskan “Aspek higienitas dan keamanan merupakan prioritas kami sehingga masyarakat dan mitra kami dapat lebih aman dan nyaman ketika menggunakan layanan dalam ekosistem Gojek. Aspek ini diperkuat dengan menyertakan Mitra Gojek dalam program vaksinasi Pemerintah Daerah, serta membekali dengan alat pelindung diri diantaranya masker, sekat dalam kendaraan & hand sanitizer serta desinfektan kendaraan mitra secara berkala.

Hal ini sejalan dengan semangat #BangkitBersama di masa pandemi ini agar kita dapat melalui periode yang penuh tantangan ini sambil terus mengedepankan protokol kesehatan. (Tim)