Rilis Loved! Rose Mystica Hapus Stigma ‘Illnesse dan Tingkatkan Awareness’

Rose Mystica saat memainkan alat musik Harpa
Rose Mystica saat memainkan alat musik Harpa

DENPASAR- DiariBali
Belantika musik Bali bakal kembali bergairah. Pasalnya hadir Rose Mystica yang baru saja merilis debut single studionya yang berjudul Loved, Jumat (10/9).

Rose, sapaan Rose Mystica, merupakan penyanyi yang memiliki multitalenta. Selain sebagai penyanyi, Rose juga mampu menulis lagu dan pemain harpa, yang juga pendiri dan pemimpin Ensiklomusika Music School.

Dalam karya musik ini, Rose ingin menyajikan musik yang bergenre kontemporer dewasa. Sajian ini adalah curahan hati Rose yang terinspirasi dari meninggalnya seorang teman dekat yang mengalami depresi namun tidak tertangani dengan baik.

Pengalaman ini mengilhami Rose untuk merilis Loved pada tanggal 10 September, Hari Pencegahan Bunuh Diri Sedunia. Pemain piano dan harpa ini menggubah lagu berbahasa Inggris, Loved, untuk menyampaikan
sebuah pesan penting kepada orang-orang yang sedang berjuang melawan depresi. Ia membuat
sebuah aransemen musik yang diharap bisa menyampaikan pesan ini; dimulai dari kunci minor
dan secara bertahap bergerak ke arah mayor di bagian chorus.

Perubahan tangga nada ini
menunjukkan cahaya di ujung jalan; sebuah kelegaan yang dicari dan dinantikan para penderita
masalah psikologis.
“Loved diakhiri dengan kalimat ‘You are loved’ – atau ‘Kamu dicintai’, berulang-ulang di bawah
kunci mayor. Saya berharap para pendengar lagu ini terinspirasi dan terus ingat bahwa mereka berharga,”
jelas Rose.

Rose juga menonjolkan pentingnya pesan-pesan yang tersirat dari variasi warna suara dalam lagu ini melalui sentuhan alat musik yang berbeda. Rose menambahkan timbre yang kaya melalui orkestra, perkusi, dan synthesizer, untuk menekankan emosi di lagu ini.

Rose ingin rilisan karya ini menjadi salah satu caranya menghapus stigma mengenai mental
illness dan meningkatkan awareness tentang pentingnya kesehatan mental, self love, dan support system. Rose ingin para pendengarnya untuk membuka hati terhadap sesamanya yang
mengalami tantangan mental, dan mendukung mereka untuk mencari bantuan saat membutuhkan.

“Saya menggunakan musik untuk membantu saya menghadapi duka kehilangan, dan mengubahnya menjadi sesuatu yang positif,” Rose tersenyum. “Saya percaya Loved bisa berbicara langsung dengan mereka yang membutuhkan dan dapat mendorong mereka tetap
berjuang untuk kesehatan mental mereka,” Rose menambahkan.

Ketertarikan Rose pada musik dimulai ketika ia berusia lima tahun, dan tiga tahun kemudian, ia mulai semangat untuk belajar bermain keyboard. Ketertarikan ini dengan cepat berkembang menjadi pertunjukan musik dan penulisan lagu.

Musisi kelahiran Malang ini telah bermain piano sejak berusia delapan tahun. Lalu, ia mulai menulis dan meng-cover lagu sejak berusia sembilan tahun. Sejak kecil, Rose sering membuat beberapa lagu anak-anak, yang masih ia simpan di buku catatannya hingga saat ini. Musisi kelahiran 1990 ini kemudian melanjutkan studi musiknya dan lulus dari UPH Conservatory of
Music di Jakarta.

Pada tahun 2018, di awali dengan rasa penasaran, Rose kemudian mulai belajar harpa.
Kepiawaiannya memainkan harpa telah membawanya tampil ke kancah nasional dan internasional, seperti Bali, Singapura, Hungaria, dan Serbia. Jejak digitalnya saat ini bisa dilihat
di saluran YouTube, Spotify, Deezer, iTunes milik Rose, dan platform streaming lagu lainnya.

Pada bulan April tahun ini, tepat tiga tahun setelah ia mulai belajar harpa, Rose membuat video musik yang meng-cover untuk Broken Vow oleh Lara Fabian dalam vokal dan harpa. Cover terbarunya adalah lagunya Seal, Kiss from a Rose.

Penulis: Budiarta
Editor: Oka