Proses Hukum Kericuhan Sidatapa, Buleleng Berlanjut

Anggota TNI diproses pasca Kericuhan di Sidatapa, Buleleng
Bagikan

JAKARTA–DiariBali
Warga Bali sempat geger dengan terjadinya kericuhan antara warga dengan aparat TNI beberapa hari lalu. Kericuhan warga yang meolak akan dirapid antigen yang berujung ricuh ini sempat viral di sosial media. Sangat disayangkan, di tengah kondisi yang masih dalam pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) di mana seharusnya bersama menekan penyebaran Covid-19 kericuhan tak terelakkan.

Atas kejadian tersebut, pimpinan TNI AD menyayangkan terjadinya keributan antara aparat TNI (Kodim 1609/Buleleng) dengan warga masyarakat setempat, saat pelaksanaan Swab Tes Rapid Antigen di Desa Sidatapa, Kabupaten Buleleng, Bali pada Senin (23/8) yang lalu.

Atas kejadian tersebut, Kadispenad TNI AD menegaskan, siapapun yang bersalah atas insiden kericuhan di Sidatapa, Buleleng, akan diproses sesuai ketentuan hukum yang berlaku.

Hal di atas diungkapkan Kepala Dinas Penerangan TNI Angkatan Darat (Kadispenad), Brigadir Jenderal TNI Tatang Subarna, dalam keterangan tertulisnya di Madispenad, Jakarta Pusat. Rabu,(25/8/2021).

Anggota TNI sedang melakukan proses perawatan usai kericuhan di Sidatapa, Buleleng.

“TNI AD menyayangkan kejadian tersebut. Semestinya, penanganan terhadap mereka yang tidak mematuhi aturan bisa diselesaikan dengan cara hukum,” ucap Tatang.

Meskipun kasus kericuhan yang terjadi saat ini tengah diupayakan melalui jalur kekeluargaan, namun proses hukum tetap berjalan sesuai aturan/ketentuan hukum yang berlaku.

TNI AD sejauh ini akan terus menjalankan proses hukum secara transparan bagi oknum prajurit yang diduga melakukan pelanggaran. (rls)