Pentingnya Generasi “Smart” di Era New Normal

Dadang Hermawan bertemu President National Taiwan Univetsity of Scince
TEKNOLOGI-Rektor ITB STIKOM Bali Dr. Dadang Hermawan bertemu President National Taiwan Univetsity of Scince and Technology ketika berkunjung ke kampus Taiwan Tech di Taipei pada 8 Desember 2019.

DENPASAR-DiariBali

Satu setengah tahun tsunami Covid-19 memborbardir seluruh sektor di berbagai belahan dunia. Lalu, setelah beberapa negara sukses melewati fase kritis terjangan virus mematikan itu, muncul istilah “new normal” atau adaptasi kebiasaan baru.

Terlebih telah ditemukannya vaksin yang diharapkan menciptakan “herd imunity”. 70 persen masyarakat Indonesia ditargetkan tervaksinasi guna mempercepat stabilitas perekonomian.

Namun pertanyaannya, apakah adaptasi kebiasaan baru cukup hanya menerapkan protokol kesehatan (prokes) secara ketat? Bagaimana peluang milenial Indonesia menatap masa depannya?

Menyikapi hal tersebut, Rektor ITB STIKOM Bali Dr. Dadang Hermawan angkat bicara. Menurut dia, yang tak kalah penting yakni, bagaimana menyiapkan generasi muda, menyiapkan anak-anak Indonesia memasuki jenjang pendidikan yang sesuai dengan situasi sekarang dan ke depannya.

Rektor asal Jawa Barat ini meyakini, saat ini dan ke depan adalah eranya bisnis digital. Karenanya, sejak 2020 lalu, ITB STIKOM Bali membuka Progran Studi (Prodi) Bisnis Digital dan Prodi Teknologi Informasi untuk melengkapi Prodi Sistem Komputer, Prodi Sistem Informasi, dan Prodi Manajemen Informatika.

Prodi Bisnis Digital ini memiliki lima konsentrasi, yakni Bisnis Perhotelan, Bisnis Kuliner, Bisnis Akuntansi Perpajakan, Digital Marketing, dan Digital Bisnis Seni Pertunjukkan. “Prodi Bisnis Digital ini menghasilkan lulusan yang menguasai teknologi informasi dengan dunia bisnis sehingga mampu bersaing di era digitalisasi saat ini maupun ke depannya,” beber Dadang di Denpasar, beberapa hari lalu.

Sedangkan Prodi Teknologi Informasi (TI), masih menurut Dadang, akan menghasilkan lulusan yang memiliki keahian di bidang komputer yang mampu merancang, membangun, dan mengoperasikan sistem yang berfokus langsung terhadap implementasi serta infrastrukur sistem pendukung perusahaan dan bisnis.

Selain itu, untuk memenuhi keinginan masyarakat Bali mengingat banyak mahasiswa Bali kuliah di luar negeri, maka sejak tahun 2007 ITB STIKOM membuka Program Internasional Dua Gelar bekerja sama dengan Help University Kuala Lumpur, Malaysia.

“Mahasiswa kami akan mendapat dua gelar yakni gelar Sarjana Komputer (S.Kom) dari ITB STIKOM Bali dan gelar Bachelor of Information Technology (BIT) dari Help University,” beber Dadang. “Saat ini sekitar 150 mahasiswa sedang kuliah Program Internasional,” lanjutnya.

ITB STIKOM Bali yang berada di bawah Yayasan Widya Dharma Shanti Denpasar (Yayasan WDS Denpasar), terus melakukan inovasi. Melihat banyaknya anak muda Bali melanjutkan kuliah di Binus University Jakarta, sejak tahun 2018 lalu ITB STIKOM Bali merintis kerja sama dengan Binus University Jakarta hingga akhirnya merealisasikan membuka Program Nasional Dua Gelar, tahun 2020 untuk gelar S.Kom dari ITB STIkOM Bali dan Sarjana Manajemen (SM) dari Binus University Jakarta.

“Jadi bagi calon mahasiswa asal Bali, kalau ingin kuliah di Binus Jakarta, tidak perlu lagi ke Jakarta, cukup di ITB STIKOM Bali saja, lebih hemat dan punya dua gelar pula, apalagi menguasai TI yang sekarang menjadi primadona,” jelas Dadang. (BAQ)