Menunggu Kinerja BMPS “Era Baru”

MUSWIL-Suasana pembukaan musyawarah wilayah (Muswil) BMPS di Gedung Perdiknas, Senin (31/5/2021)
Bagikan

“BMPS Provinsi Bali melaksanakan pemilihan pengurus baru periode 2021-2026 agar nantinya pengurus BMPS baru mampu melaksanakan program-program kerja BMPS. Dalam muswil ini juga membahas mengenai harapan kepada Pemerintah untuk memperhatikan pendidikan swasta yang ada di Bali.”

DENPASAR-DiariBali
Badan Musyawarah Perguruan Swasta (BMPS) Provinsi Bali melaksanakan musyawarah wilayah (Muswil) dalam rangka memilih kepengurusan periode 2021-2026 bertempat di Gedung Perdiknas pada Senin (31/5/2021). Anggota BMPS terdiri dari puluhan Yayasan atau badan penyelenggara pendidikan swasta se Bali.

BMPS Provinsi Bali sempat vakum dua tahun lebih setelah ketua sebelumnya Dr. M.S. Chandra Jaya mengundurkan diri. “Ketika Pak Chandra dari Yayasan Dwijendra mundur, semenjak itu kami vakum, banyak anggota yang bingung, di mana sekretariatnya sekarang. Maka, kami dari Perdiknas mengajukan diri untuk memfasilitasi pelaksanaan Muswil ini,” ujar Dr. A.A Ngurah Eddy Supriyadinata Gorda

Dr. A.A Ngurah Eddy Supriyadinata Gorda, selaku tuan rumah sekaligus Ketua Perdiknas Denpasar menjelaskan, agenda utama muswil yakni memilih struktur kepengurusan, sehingga Yayasan-yayasan penyelenggara pendidikan kembali terwadahi.

Putra dari tokoh Pendidikan Alm. Profesor I Gusti Ngurah Gorda menambahkan, dirinya sebagai junior siap mendukung program-program kerja BMPS setelah kepengurusan yang baru terbentuk.

Menurutnya, organisasi BMPS sangat penting sebagai wadah diskusi agar wacana yang dilontarkan tidak liar. BMPS juga siap menjadi mitra diskusi bagi eksekutif dan legislatif dalam menentukan kebijakan, khususnya di bidang pendidikan.

Sekertaris BMPS Blasius Naya Manuk menambahkan, perjuangan BMPS masih tetap sama, yakni meminta pemerintah untuk lebih memperhatikan lagi lembaga pendidikan swasta,”Lembaga pendidikan swasta yang dinaungi oleh yayasan adalah bagian dari elemen masyarakat yang berfungsi mencerdaskan kehidupan bangsa,” jelasnya.

Blasius berpendapat, daripada mendirikan sekolah baru, lebih baik pemerintah memberdayakan sekolah swasta yang sudah ada, misalnya meningkatkan jumlah bantuan materi hingga menambah guru PNS untuk sekolah swasta agar beban Yayasan berkurang. Sehingga biaya pendidikan di sekolah swasta bisa ditekan.

Ia tak menampik bahwa pemerintah memang memberikan sejumlah bantuan untuk sekolah swasta, seperti dana BOS, namun jumlahnya masih sangat jauh dari harapan.

Pada muswil tersebut, Gede Ngurah Ambara Putra terpilih menahkodai BMPS periode 2021-2026. Sedangkan Ketua Pengawas dipercayakan pada Anak Agung Ayu Ngurah Tini Rusmini Gorda. (LIN)