Membuktikan Kualitas SMK TI Bali Global Klungkung

Arman Harisma Yani
Bagikan

SEMARAPURA-DiariBali
Spanduk-spanduk promosi sekolah dan perguruan tinggi memeriahkan pemandangan di ruas-ruas jalan strategis. Fenomena ini sudah mentradisi menjelang persiapan penerimaan peserta didik baru. Setiap instansi pendidikan, khususnya swasta berlomba menjual keunggulan masing-masing untuk memancing minat khalayak.

Saat melintasi wilayah Kabupaten Klungkung, perhatian awak Diari Bali.com tertuju pada baliho Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) TI Bali Global Klungkung. SMK yang tergolong pendatang baru di Gumi Serombotan itu terlihat paling mencolok karena menonjolkan ilmu teknologi informasi, sebuah keniscayaan wajib dikuasai dalam menghadapi era revolusi industr 4.0.

SMK wasta yang tergabung dalam payung Institut Teknologi dan Bisnis (ITB) STIKOM Bali Group ini berani menjanjikan lulusannya siap kerja, melanjutkan ke perguruan tinggi dan berwirausaha (BMW). Lantas, benarkan demikian?

Setelah mencari informasi, awak Diari Bali.com berhasil mewawancarai salah satu desainer bahan sosialisasi di kantor Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Klungkung, Arman Harisma Yani. Ia adalah siswa kelas XII Jurusan Multimedia di SMK TI Bali Global Klungkung. Perkenalannya dimulai sejak Arman magang di KPU tahun lalu atau saat ia duduk di kelas XI.

Drs. I Gusti Lanang Puji, M.Pd.

Lewat kepiawainnya menguasai software desain, pelajar asal Kampung Lebah ini berhasil memuaskan Komisioner KPU Klungkung sehingga ia menjadi langganan tetap di sana. “Karena masih sekolah, saya berstatus freelance. Tapi sangat sering dipanggil dikasi kerjaan sama KPU,” kata Arman, Senin (12/7/2021) di Klungkung.

Tantangan yang dihadapi Arman tidak hanya soal estetika desain, namun bagaimana masyarakat mampu menyerap pesan yang ingin disampaikan KPU agar pelaksanaan pesta demokrasi berjalan lancar. Secara tidak langsung, ia berperan menentukan angka partisipasi masyarakata dalam hajatan demokrasi tersebut.

Soal honor, Arman tapak malu menceritakannya. “Pokoknya adalah (honor) untuk uang jajan dan sedikit nyenengin orangtua,” katanya. Bagi pelajar seusia Arman, mendapatkan penghasilan dari keringat sendiri tentu sebuah kebanggaan. SMK TI Global Klungkung tentu masih memiliki “Arman-Arman” yang lain.

Arman merasa tidak salah dengan pilihannya bergabung dengan SMK TI Bali Global Klungkung setelah lulus dari bangku Sekolah Menengah Pertama (SMP). Ihwal ia memilih SMK swasta yang berafiliasi dengan Institut Teknologi dan Bisnis (ITB) STIKOM Bali ini, karena ingin membuktikan iming-iming “Lulus Langsung Kerja” yang digemakan sekolah itu.

“Ternyata benar. Saya belum lulus saja sudah diterima kerja,” ungkap Arman. Berangkat dari pengalamannya tersebut, remaja berperawakan cukup tinggi ini mengajak adik-adik lulusan SMP, khususnya di wilayah Klungkung agar tidak ragu bergabung dengan almamaternya.

Dikonfirmasi terpisah, dalam kesempatan yang sama, Kepala SMK TI Bali Global Klungkung Drs. I Gusti Lanang Made Puji, M.Pd., membenarkan bahwa Arman Harisma Yani adalah salah satu peserta didiknya. “Nggih (ya), benar (Arman) anak didik kami yang pernah magang di KPU,” kata Mantan Kepala SMA Negeri 2 Semarapura yang tersohor itu. (BAQ)