Kolaborasi Antara UniMAP dan INNOPA, Unwar Berhasil Bina Petani Kopi Desa Catur

Unwar Berhasil Bina Petani Kopi Desa Catur, Berkat Dukungan UniMAP dan INNOPA
Bagikan

BANGLI, diaribali.com-Setelah Desa Wisata Penglipuran, Universitas Warmadewa (Unwar) juga menggelar Pengabdian Internasional di Desa Catur, tepatnya Unit Usaha Produktif (UUP) Catur Paramitha, Kintamani, Minggu (30/10), lalu.


Pengabdian Internasional yang berkolaborasi dengan Indonesian Invention and Innovation Promotion Association (INNOPA) dan Universiti Malaysia Perlis (UniMAP) adalah untuk meningkatkan kerja sama instistusional dan menuju visi Universitas Warmadewa untuk Go Global pada tahun 2034.


Narasumber dalam Pengabdian Internasional ini adalah Dr. Ir. I Gede Pasek Mangku, MP. Dihadapan tim Lembaga Pengabdian Masyarakat (LPM) Unwar yang di nahkodai Prof. Dr. Drs. I Wayan Wesna Astara, SH.,M.Hum.,MH, serta rombongan Universiti Malaysia Perlis, Pasek mangku mengatakan Unwar setiap tahunnya memiliki program, baik di bidang riset maupun pengabdian, tentunya dilaksanakan hampir di seluruh wilayah Bali, bahkan internasional.


“Hal ini dilakukan karena sesuai dengan visi Universitas Warmadewa yakni menjadi universitas bermutu yang berwawasan ekowisata dan berdaya saing global tahun 2034,” jelas Pasek Mangku.
Ditambahkannya, setelah mendapatkan pembiayaan dari program Matching Fund tahun lalu pihaknya langsung berkolaborasi dengan mitra yakni UUP Catur Paramitha, Kintamani untuk menyelesaikan permasalahan di tahun 2022 yang belum dituntaskan. Permasalahan yang timbul sebelumnya seperti produktivitas dan kualitas kopi yang masih rendah.


“Yang tak kalah penting pada program tahun lalu tersebut adalah produksi terintegrasi, pertanian berbasis kopi dan “zero waste”, sehingga limbah-limbah yang dihasilkan dimanfaatkan menjadi pangan, pakan ternak kemudian menjadi pupuk organik bahkan sudah dimanfaatkan oleh kelompok tani disini sehingga pakan ternak yang dihasilkan setidaknya bisa menghemat pakan ternak jadi hingga 15 %,” jelasnya.


Secara khusus Pasek Mangku menggambarkan, Desa Catur, Kintamani utamanya Unit Usaha Produktif Catur Paramitha akan mengarah untuk mengembangkan ekowisata yang berbasis kopi. Disamping memiliki potensi juga sesuai dengan topograpinya yang menjadikan daerah yang sejuk.
“Sekarang tinggal mereka mengintegrasikan saja, nah dengan adanya kunjungan dari Universiti Malaysia Perlis dan di support oleh INNOPA, kita akan melanjutkan kerjasama dan kolaborasi di berbagai hal yang terkait dengan pertanian,” ucapnya.


Pemilik Unit Usaha Produktif Catur Paramitha kintamani, I Gusti Ngurah Rupa mengatakan, pihaknya memiliki komitmen dalam pengembangan usaha yang disadari harus memiliki kerjasama yang baik atau kemitraan baik dengan akademisi, pemerintah kemudian pengusaha BUMN, BUMD serta media.
Ditambahkannya, salah satu akademisi turut bekerjasama adalah Unwar. “Kebetulan kerjasama kami dengan Warmadewa sudah lama berjalan bahkan sekarang Warmadewa juga memiliki partner yang lain yakni menggandeng Universiti Malaysia Perlis dan kedua-duanya sudah datang ke tempat kami,” ujarnya.
“Dengan demikian kami sangat mengharapkan kerjasama ini akan berjalan dengan baik dari dua negara atau dari dua universitas di negara yang berbeda untuk berkolaborasi memberikan kami masukan khususnya di perkebunan kopi,” pungkasnya.rl