Khawatir Kualitas Pendidikan, Kuliah Daring Berkepanjangan

Direktur Politeknik Negeri Bali I Nyoman Abdi
Bagikan

“Direktur Politeknik Negeri Bali khawatit terrhadap kulitas pendidikan mahasiswa jika perkuliahan dilaksanakan secara daring berkepanjangan. Dia berharap kuliah tatap muka segera dilakukan”

BADUNG-DiariBali
Pandemi Covid-19 sudah melanda hampir satu setengah tahun telah memporak porandakan berbagai sektor. Di Bali sektor Pariwisata sangat terpukul akibat dari pendemi ini, di mana Bali yang bergantung pada sektor ini harus menelan pil pahit. Tak hanya Pariwisata, sektor pendidikan juga terdampak oleh pandemi ini, yang mengakibatkan pendidikan harus bertransformasi dalam jaringan (daring).

Proses belajar secara daring yang berkepanjangan tentu akan berdampak terhadap kualitas pendidikan siswa/mahasiswa karena tidak dapat bersosialisasi secara langsung.

“Kita sudah rindu kuliah tatap muka. Namun, agar tidak kebablasan karena kuliah tatap muka melahirkan klaster baru” jelas Direktur Politeknik Negeri Bali (PNB) I Nyoman Abdi, SE., M.eCom, Senin (31/8).

Abdi mengungkapkan PNB siap memulai kuliah tatap muka secara terbatas, dengan tetap menerapkan Prokes yang ketat. Untuk meningkatkan kompetensi mahasiswa. Pihaknya berharap, September agar bisa mulai perkuliahan tatap muka dan segera keluar petunjuk teknis dari Pemerintah Provinsi Bali dan surat keputusan bersama (SKB) dari kementerian sebagai acuan diselenggarakannya kuliah tatap muka.

Terkait protokol kesehatan di PNB sendiri sudah disiapkan di masing-masing Prodi. Selain itu, terkait persiapan kuliah tatap muka di masa pandemi ini, dirinya sudah melakukan komunikasi lebih lanjut dengan semua Kaprodi di PNB.

“Perjuangan kita selalu menjaga prokes dan tidak berkerumun. PNB sendiri sebagai penyelenggara pendidikan vokasi untuk praktek di laboratorium dijalankan dengan prokes yang sangat ketat,” imbuhnya.

Abdi menambahkan, jika perkuliahan daring dilakukan berkepanjangan, dirinya khawatir akan kualitas pendidikan di pendidikan vokasi dan menurunnya kualitas pendidikan. Pasalnya, kuliah daring terlalu banyak mahasiswa tidak bisa bersosialisasi karena dalam pemdidikan penting untuk bersosialisasi dengan teman maupun dosen. “Kalau dia hanya di rumah saja, tentu kurang baik dan kutang mendukung dalam pencapaian karier,”

Secara teknis, PNB sudah sangat siap untuk melaksanakan kuliah tatap muka. Hanya saja belum ada ijin dari pemerintah baik Provinsi maupun dari pusat. (Tim)