Kerajinan Multifugsi Tembus Pasar Luar Negeri

I Made Agus Semadhi, pemilik Warna-Warni Iron Handicraft

“Kerajinan berbahan besi mampu menghasilkan karya-karya yang unik. Ragam karya yang dihasilkan Warna-Warni Iron Handicraft mampu merambah atau menembus pasar Eropa dan Asia.”

DENPASAR-DiariBali
Pelaku Industri, Kecil, dan Menengah (IKM) tidak mau berdiam diri, meski pandemic telah menghantam perekonomian Bali hingga minus 9 persen . Salah satu pelaku usaha yang ikut berpartisipasi IKM Bali Bangkit, Warna-Warni Iron Handicraft berhasil membuat kerajinan unik sekaligus multifungsi hingga menjadi daya tarik bagi pasar luar negeri.

Kerajinan yang terbuat dari besi lembaran ini, tidak hanya sekedar pajangan. Melainkan membuat sesuai kebutuhan, beberapa kerajinan tersebut antara lain tempat dupa, tempat canang, tempat tissue hingga celengan yang bisa digunakan sebagai tempat permen sampai perhiasan. Karena bentuk hiasan dan fungsi inilah yang menjadi daya tarik pasar lokal, hingga menembus pasar Eropa.

Warna-Warni Iron Handicraft bisa mengekspor kerajinan keluar negeri seperti Jepang, Cina dan Thailand. Hiasan dari besi ini pun juga banyak diminati bahkan sampai menembus pasar Eropa, adapun negara-negara yang menyukai produk kerajinan tersebut antara lain Amerika, Inggris, Prancis dan Spanyol.

aneka ragam kerajinan yang dihasilkan Warna-Warni Iron Handicraft

Pemilik Warna-Warni Iron Handicraft, I Made Agus Semadhi mengaku dalam sekali mengekspor produk, ia bisa mendapat ratusan juta, “Dalam seminggu bisa mengirim sampai ribuan dengan berbagai model. Sekali mengekspor saya bisa mendapat ratusan juta,” ujar Agus saaat ditemui dalam pameran Bali Bangkit, Rabu (23/6) di Taman Budaya art Center.

Bapak tiga anak ini mengaku memulai usahanya sejak tahun 1994. Banyak sempel yang sudah ia garap. Setiap harinya ia mampu membuat 500 sempel untuk para customer yang sesuai dengan permintaan.

Harga yang ditawarkan mulai dari Rp 25 ribu sampai Rp 400 ribu. Harga ini cukup terjangkau, mengingat proses pembuatan masih dengan cara manual dan harga barang baku yang mahal. “Pembuatannya manual karena jika menggunakan mesin hasilnya kurang menarik dan harga bahan baku cukup mahal,” ucapnya.

Untuk lokasi produksinya Warna-Warni Candle Handicraft beralamat di Jalan Kaswari, No 38, Desa Jambe Baleran, Kecamatan Kediri, Kabupaten Tabanan. Sedangkan untuk art shopnya dia membuka di Bumi Seni, Ubud, Gianyar.

Memiliki banyak pengalaman kerja, salah satunya sempat bekerja di bengkel lilin, terbersit niatnya untuk mengembangkan usaha sendiri dan mandiri. Dengan kerja keras dan kejelian melihat peluamg-peluang serta kebutuhan yang diminati pasar, membuat usaha yang berbahan besi ini selalu banjir orderan baik dari dalam maupun luar negeri.

Masalah bahan baku, ia mengaku mendatangakan besi dari pulau jawa. Namun, selama ini hanya terkendala masalah harga yang kian hari terus melambung. “Masalah bahan baku kami datangkan langsung dari jawa, cumin belakangan harganya naik hingga 70 persen.” keluhnya. (LIN)