Jika PPKM Darurat Sampai Enam Minggu, Pemprov Bali Diharapkan Gelontor Sembako

I Gusti Putu Artha

“Wacana Pemerintah pusat untuk memperpanjang PPKM Darurat hingga enam minggu, kebutuhan pangan akan menjadi kebutuhan mendasar karena masyarakat harus ‘terkunci’ atau diam diri di rumah, maka diperlukan bantuan berupa sembako dari pemerintah provinsi Bali”

DENPASAR-DiariBali
Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarkat (PPKM) Darurat di Jawa-Bali akan berdampak sosial maupun ekonomi masyarakat akibat masyarakat harus berdiam diri di rumah atau melakukan WFH. Politisi senior Nasdem, Gusti Putu Artha angkat bicara mengenai sikap pemerintah dalam menanggulangi selama PPKM berlangsung.

Jika kebijakan enam minggu PPKM Darurat ini berjalan, dirinya memandang amat menyedihkan. Pada sisi lain, gerakan untuk membangkitkan kegotongroyongan dan kesetiakawanan sosial menghadapi enam (6) minggu ke depan tak ada yang memimpin dan mengambil kendali. Dirinya khawatir ledakan sosial potensial terjadi karena rakyat Bali kelaparan menghadapi 6 minggu yang “terkunci” itu.

Putu Artha berharap kepada Pemerintah Provinsi Bali agar pemerintah atau forkompinda mengeluarkan kebijakan radikal untuk mengatasinya. Menurutnya, sejauh ini respons jajaran pemerintah provinsi, kabupaten dan kota tidak cukup peka untuk mengatasi berbagai dampak ekonomi di level bawah.

Kata Artha, amat berbeda dengan respons Pemerintah Pusat. Dirinya tak bisa membayangkan rakyat yang sudah kelaparan setahun lebih ini harus “dikunci” selama enam (6) minggu tanpa respons stimulis ekonomi yang memadai.

“Pengamatan saya selama ini, politik anggaran DPRD kita di seluruh Bali tidak cukup longgar untuk merespons dampak ekonomi ini. Bahkan saat tahun 2020 saja, hanya satu dua kabupaten yang berani bupatinya menggelontorkan bansos, sembako dan sejenisnya. Anggaran Desa dan desa ada juga direposisi,” demikian disampaikan Gusti Putu Artha dalam surat terbuka yang ditulis dalam akun facebook atas nama Igusti Putu Artha, Selasa (13/7) malam.

Artha menilai, selama ini upaya-upaya langkah-langkah reposisi anggaran DPRD seluruh Bali belum tampak dalam menghadapi enam minggu PPKM Darurat. Begitu pula plafon dana tak terduga dan sejenisnya tidak kelihatan. “Reposisi dana desa dan Desa Adat saya tak pernah dengar seperti tahun lalu,” akunya.

Dia berharap kepada Gubernur Bali dan DPRD Bali memimpin gerakan untuk mereposisi struktur anggaran DPRD se- Bali sehingga bisa digelontorkan ke rakyat pada APBD perubahan (jika sekarang belum dianggarkan). Ini sangat mungkin karena nyaris satu warna. Tunjukkan kebijakan manajemen satu pulau. Termasuk anggaran Desa dan Desa Adat.

Selain itu, terhadap Kapolda Bali agar dapat mengambil inisiatif memimpin upaya penggalangan kegotongroyongan dan kesetiakawanan sosial berupa penyediaan dapur umum di kantong-kantong sangat terdampak dan rawan sosial. Kapolda Bali juga memimpin upaya penegakan aturan PPKM Darurat yang persuasif. Jangan ada denda untuk rakyat yang sedang kelaparan.

Tak hanya itu, Artha menambahkan agar Kejaksaan Tinggi dapat mengawal dan memberi jaminan rasa aman bagi eksekutif dan legislatif untuk mengambil langkah darurat penggunaan anggaran negara. Jangan sampai niat membantu rakyat berujung pidana bagi penyelenggara negara.

” Bapak Danrem 163 Wirasatya dapat mengambil peran mengkonsolidasikan kelompok menengah dan atas secara ekonomi, untuk penyediaan sejuta paket sembako untuk dibagikan kepada rakyat terdampak,” imbuhnya.

Mantan Komisioner KPU RI ini menyampaikan apresiasi dan penghargaan yang tinggi kepada jajaran Forkompimda Bali, karena dirinya yakin semua stake holder mungkin sudah sangat lelah juga berjibaku bersama aparat di level bawah untuk membantu menekan laju pandemi ini. “Apresiasi atas kerja keras dan kekompakan selama ini saya sampaikan dengan tulus dan penuh rasa hormat,” pintanya.

Intinya, jajaran Forkompimda hemat saya dapat mengambil peran kongkret dalam mengatasi dampak ekonomi rakyat dengan langkah-langkah darurat dan ekstra.

“Kepada rakyat Bali terutama warga terdampak, terima kasih atas seluruh loyalitasnya selama ini untuk setia pada anjuran para pemimpin kita. Mari bergandengan tangan bahu membahu dalam satu komando. Beri kepercayaan kepada pemerintah. Taat terus pada prokes dan kurangi sikap dan komentar yang tidak produktif. Saya percaya kita bisa melewati semua ujian ini dan menjadi insan yang makin tangguh,” kata Artha memungkasi. (Tim)