Gerakan Berbagi Sayur Hasil KWT P2L di Bangli untuk Disabilitas

Gerakan berbagi sayur hasil panen KWT P2L di Bangli untuk Penyandang Disabilitas.

“Kepedulian terhadap sesama dalam situasi pandemi Covid-19 sangat berarti. Diinisiasi Dinas Pertanian dan Perikanan Kabupaten Bangli dibawah Bidang Ketahanan Pangan telah membuat gerakan “KWT P2L Berbagi Sayur” terhadap 200 penyandang disabilitas di Kabupaten Bangli”

BANGLI-DiariBali
Kepedulian akan dampak Pandemi Covid-19 bagi masyarakat menggema di Kabupaten Bangli. Seperti gerakan spontanitas yang menamakan dengan gerakan “KWT P2L Bangli Berbagi Sayur” di lakukan di Bangli, Rabu (4/8).

Sejak pagi hari, rombongan Dinas Pertanan dan Perikanan Kabupaten Bangli mulai gencar berbagi menyasar rumah warga yang berada di lingkungan perkotaan seperti Cempaga, Kita dan Bebalang.

Gerakan ini merupakan gerakan berbagi sayuran gratis untuk penyandang Disabilitas.
Menariknya, dari sayuran yang dibagikan merupakan hasil panen dari Kelompok Wanita Tani Pekarangan Pangan Lestari yang terdiri dari 27 kelompok P2L dan dua kelompok PIPL yang tersebar di Bangli.

Atas semangat kepedulian antar sesama ini berhasil mengumpulkan 200 paket sayuran yang siap didistribusikan bagi warga yang terdampak khususnya penyandang disabilitas.

Seijin Kadis Pertanian dan Perikanan Kabupaten Bangli, Kepala Bidang Penganekaragaman Pangan Ni Made Pariartini, SP., M.Si, mengapresiasi semangat gotong-royong ibu-ibu KWT untuk berbagi.

Pariartini mengungkapkan meskipun tidak banyak bantuan yang bisa diberikan, namun bantuan ini sebagai hentuk kepedulian Dinas Pertanian dan Perikana melalui hasil Program KWT P2L dan PIPL terhadap Penyandang disabilitas di Kabupaten Bangli.

Jenis sayuran yang dibagikan antara lain: sayur hijau, jepang, mentimun, bawang, cabai, terong, kol, jagung, wortel, telor, minyak, adalah hasil panen di kebun demplot P2L.

“Sayur yang kami bagikan merupakan hasil panen dari demplit KWT P2L dan PIPL yang disisihkan untuk membatu warga, khususnya penyandang disabilutas,” jelasnya didampingi Kasi Ni Kadek Sulastri dan Ketua Kelompok P2L.

Bagi yang sudah panen, lanjut Pariartini, ada juga hasil panen yang terjual uangnya dibelikan untuk kebutuhan seperti minyak untuk didonasikan dalam gerakan ini.

Sebelumnya gerakan ini berjalan, sambung Wanita asal Pejeng, Gianyar ini menyebut hasil panen P2L juga sering dibagikan saat ada kegiatan di pura atau desa setempat.

Sebagai penutup, dirinya berharap kendati dalam situasi sulit seperti sekarang, agar kita semua tetap semangat dan optimis, serta tetap menerapkan protokol kesehatan agar tidak mudah terpapar Covid-19. (Tim)