Di Green School, Rektor UNR Beri Materi Leadership and Service Management

Rektor UNR Dr. Ni Putu Tirka Widanti, SS., MM., M.Hum memaparkan materi di Green School.
Rektor UNR Dr. Ni Putu Tirka Widanti, SS., MM., M.Hum memaparkan materi di Green School.
Bagikan

“Profesional Training Leadership Service Management”

MANGUPURA-DiariBali

Rektor Universitas Ngurah Rai (UNR) Dr. Ni Putu Tirka Widanti, SS., MM., M.Hum., melaksanakan pengabdian kepada masyarakat dengan memberikan materi Dasar Kompetensi, Pelayanan Prima
dan
Kepuasan Pelanggan bagi guru dan pegawai Green School, bertempat di Sibang Kaja, Abiansemal, Badung, Rabu (30/6).

Kegiatan bertema “Profesional Training and Development; Leadership Service Management” ini bertujuan me-“refresh” guru dan pegawai di sekolah internasional tersebut setelah hampir satu setengah tahun menerapkan “work from home” meskipun di-rolling. Selain itu, kegiatan tersebut juga implementasi dari Memorandum of Understanding (MoU) antara UNR dengan Green School yang terjalin sejak 2018, saat UNR dipimpin Rektor Dr. Drs. Nyoman Sura Adi Tanaya, M.Si. (alm).

“Kami dan UNR sepakat bekerja sama tentang pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi. Dan salah satunya adalah pengabdian kepada masyarakat seperti kegiatan sekarang,” jelas Tirka Widanti, usai memaparkan materinya, sembari mengungkapkan, tahun 2018 lalu di Green School empat insitusi lokal, nasional dan internasional sepakat menandatangani kerja sama yakni Universitas Ngurah Rai, Green School, Bali, Universitas Gresik, Jawa Timur, danThammasat University, Bangkok, Thailand.

Peserta training terlihat antusias.

Lebih lanjut, dalam paparannya, pemilik sapaan karib Bu Ika ini menjelaskan, pelayanan adalah sikap yang berorientasi pada pelanggan dari penyedia produk barang atau jasa. Menurutnya, awak Green School sebagai penyedia jasa bidang pendidikan wajib
memahami kebutuhan dan harapan
pelanggan, mengembangkan produk yang sesuai dengan harapan pelanggan, menyampaikan produk pada pelanggan serta
membantu pelanggan dalam mengatasi masalahnya.

Terkait pelayanan prima, masih menurut Ika, adalah pelayanan sangat baik yang mampu memuaskan pelanggan. “Pelayanan prima atau “excellent service” merupakan pelayanan yang tidak hanya memenuhi kebutuhan
dan harapan pelanggan, namun juga dapat melampauinya
secara terkontrol dan berkesinambungan. Sasarannya tidak lagi kepuasan tapi loyalitas pelanggan,” tegasnya.

Saat ditanya seberapa pentingkah pelayanan prima? Ketua Yayasan Kul-kul ini beralasan karena pelayanan adalah tempat berkumpulnya uang, persaingan yang semakin tajam, pemahaman yang semakin baik terhadap pelanggan
dan pelayanan pelanggan prima memiliki makna ekonomi. “Semoga apa yang saya berikan mampu memotivasi kinerja karyawan di Green School,” harapnya.

Kegiatan berlangsung dengan santai. Setiap karyawan diberikan kesempatan berbicara, baik menjawab pertanyaan mau pun berpendapat. Ia ingin kegiatan ini menjadi momentum latihan berbicara di depan umum untuk seluruh staf Green School. TIM