Bantu Pengembangan Potensi Wisata Desa Kuwum, Terdapat Pancoran Dedari hingga Krematorium Hewan

FOTO: Kelompok 7 KAT UNR merealisasikan program kerja beberapa bulan di Desa Kuwum, Mengwi, Badung.

DENPASAR, diaribali.com – Kelompok 7 Kuliah Aplikatif Terpadu Universitas Ngurah Rai (KAT UNR), ingin berkontribusi mengembangkan potensi wisata Desa Kuwum, Kecamatan Mengwi, Kabupaten Badung. Suasana desa yang masih asri menjadi modal pengembangan menuju Desa Wisata Kuwum.

Komang Gede Agus Suma Antara Ketua Kelompok 7 KAT UNR, menjelaskan, modal keasrian alam didukung keberadaan Pancoran Dedari yang diplot menjadi destinasi wisata spiritual, seperti menyucikan diri atau malukat.

Selain itu, terdapat juga Bali Animal Cremation and Burial, yaitu tempat kremasi bagi hewan. Jasa kremasi hewan peliharaan menjadi fenomena menarik saat ini karena banyak pecinta hewan menginginkan hewan mereka yang meninggal mendapat tempat dan perlakuan yang layak.

Serta banyak orang yang belum mengetahui mengenai jasa pengkremasian hewan ini sehingga hal tersebut akan dapat menjadi daya tarik bagi wisatawan untuk berkunjung ke Desa Kuwum. Kedua obyek tersebut terletak di Banjar Nyelati.

Suma Antara menambahkan, pembentukan obyek wisata tersebut terdapat beberapa masalah, seperti akses jalan untuk menuju lokasi kurang terawat karena dikelilingi oleh pohon-pohon besar dan juga kurangnya penggunaan media sosial sebagai salah satu media untuk memperkenalkan obyek wisata tersebut.

“Pada dasarnya pariwisata akan dapat berkembang dengan baik apabila terdapat partisipasi aktif antara masyarakat, pemerintah, maupun swasta untuk mengelola di dalamnya,” jelas Suma Antara, di Denpasar , Kamis (30/11/2023).

Menurutnya, masyarakat menjadi unsur penggerak wisata tersebut, sehingga penting untuk adanya kesadaran di dalam diri masyarakat untuk melihat dan mengembangkan potensi desa mereka menjadi peluang wisata yang dapat memberikan banyak manfaat kepada masyarakat dan desa tersebut.

Tetapi dalam kenyataannya, yang terjadi peran masyarakat masih sangat kecil dibandingkan pemerintah dan swasta. Penyebabnya adalah tidak adanya atau lemahnya akses yang mereka miliki kepada sumberdaya pariwisata yang ada.

Untuk mengatasi hal tersebut, desa harus aktif mengembangkan potensi wisata desa yang dimiliki salah satunya dengan cara mengoptimalkan peran organisasi pengembangan obyek pariwisata yaitu Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis).

Organisasi tersebut merupakan kelompok swadaya dan swakarsa yang tumbuh dari, oleh, dan untuk masyarakat serta bertujuan untuk meningkatkan pengembangan pariwisata desa dan menyukseskan pembangunan pariwisata daerah/nasional.

“Kami kelompok 7 beranggotakan 25 orang siap bekerja sama menanggulangi permasalahan yang di hadapi oleh kedua obyek wisata tersebut,” kata Suma Antara, sembari mengungkapkan, kelompoknya dibimbing oleh dosen; Dr. Nyoman Dwika Ayu Amrita, SE., M.Si., (Ketua), serta; Ni Putu Silvi,ST.,MT., I Dewa Agung Ayu Eka Idayanti,SE.,M.Si ., Ir. Made Mariada Rijasa., ST.,MT., IPM., Asean.Eng dan Ni Putu Ari Setyaningsih, SH., MH.

Adapun program kerja yang telah mereka lakukan, diantaranya, membersihkan aral Pancoran Dedari, membuat video promosi Bali Animal Cremation and Burial, dan juga beberapa kegiatan penunjang lainnya.

Selama KAT di Desa Kuwum, kelompok ini telah melakukan survey lokasi bersama Ketua Pokdarwis, bakti sosial, mengajar di TK Bhakti Yoga Kumara, menanam pohon kelapa genjah, melaksanakan Posyandu, sosialisasi dengan tema “Membangun Sinergi BUMDes, Pokdarwis, UKMK, Subak dan membangun desa Anti Korupsi”. (TUM)