Bali Safari dan Bali Life Foundation Peringati Internasional Day of Forest


DENPASAR, diaribali.com -Hutan adalah wilayah daratan yang didominasi oleh pepohonan. Hutan merupakan ekosistem terestrial yang dominan di Bumi, dan tersebar di seluruh dunia. Hutan juga berperan dalam kesehatan umat manusia. Memurnikan air, membersihkan udara, menangkap karbon untuk melawan perubahan iklim, serta sebagai rumah bagi satwa.

Manusia dan hutan saling mempengaruhi baik secara positif maupun negatif. Aktivitas manusia, termasuk penggunaan sumber daya hutan yang tidak berkelanjutan, dapat berdampak negatif terhadap ekosistem hutan.

Internasional Day of Forest yang jatuh pada tanggal 21 Maret 2023. Hari tersebut merupakan hari dimana masyarakat diajak untuk meningkatkan kesadaran akan pentingnya semua jenis hutan. Pada setiap Internasional Day of Forest, masyarakat didorong untuk melakukan upaya lokal, nasional hingga internasional untuk mengatur kegiatan yang melibatkan hutan dan pohon.

Bali Safari Park sebagai lembaga konservasi yang berfokus kepada keberlangsungan hidup satwa yang sangat erat kaitannya dengan ekosistem hutan ikut serta menyemarakkan International Day of Forest.

Melalui program Corporate Social Responsibility, Bali Safari Park mengundang anak-anak dari Yayasan Bali Life Foundation untuk ikut serta memeriahkan International Day of Forest. Bali Safari Park yang juga berkonsentrasi kepada edukasi, melalui serangkaian Animal Educational Show juga memiliki pesan yang ingin disampaikan tentang bagaiman kehidupan dan kendala yang terjadi di alam liar yang dihadapi oleh satwa-satwa yang terancam punah. Dengan mengikuti Safari Journey, anak-anak dibawa menggunakan bus khusus ke exhibit satwa selama 30 menit dan diberikan gambaran kehidupan satwa di alam liar.

Mr. Marcel Driessen selaku General Manager Bali Safari Park yang ditemui di tengah-tengah kegiatan bersama Yayasan Bali Life Foundation menyampaikan bahwa, dengan mengajak anak-anak mengenal lebih dekat tentang satwa-satwa liar yang ada, diharapkan akan meningkatkan kesadaran dan kepedulian generasi muda terhadap ekosistem hutan.

Sebagai inti acara, Bali Safari Park mengasah kreativitas anak-anak dengan aktifitas mendekor mosaik pohon dengan tutup botol bekas yang telah dicuci bersih. “Pemilihan objek pohon mewakili elemen hutan yang terpenting. Sedangkan pemilihan daur ulang tutup botol merupakan salah satu bentuk dan upaya kepedulian Bali Safari Park terhadap lingkungan,” ujarnya.

Desy selaku pendamping dari Yayasan Bali Life Foundation menuturkan bahwa, anak-anak sangat antusias ketika diundang ke Bali Safari dan mengikuti aktivitas mendekor mosaik pohon dengan tutup botol. Karena dengan ini anak-anak selain dapat belajar banyak tentang satwa juga bisa mengenal bahwa hutan sangat penting bagi seluruh makhluk hidup. “Hasil dekorasi kegiatan ini akan diletakan diarea Lobby Barong sebagai media pesan pentingnya Hutan. Selain itu, peletakan di area masuk Park juga diharapkan agar setiap pengunjung yang datang dan melihat akan lebih peduli dengan ekosistem hutan. Sehingga pesan yang ingin disampaikan dalam peringatan Internatinal Day of Forest dapat tersampaikan dengan baik ke seluruh pengunjung,” tutupnya. Rl