Akademisi Unwar Olah Kulit Kopi Jadi Pakan Kambing

unwar
TIM PKM Unwar mengolah kulit kopi menjadi pakan ternak kambing di Desa Catur, Kintamani, Bangli.
Bagikan

DENPASAR, diaribali.com – Akademisi Program Pascasarjana Universitas Warmadewa (Unwar) yang tergabung dalam tim Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM), berhasil mengolah limbah kulit kopi sebagai pakan kambing.

Tim PKM yang diketuai Dr. Ir. I Dewa Nyoman Sudita, M.P., dan anggota Dr. Ir. Yohanes Parlindungan Situmeang, M.Si., telah telah mempraktikkannya pada Kelompok Ternak Kambing Subak Abian Pebunut, Desa Catur,  Kintamani, Bangli, beberapa waktu lalu.

“Pada 9 April lalu, kami melakukan kegiatan pendampingan dan pelatihan pembuatan pakan ternak kambing dari kulit kopi difermentasi sebagai pakan tambahan selain hijauan,” kata Dewa Sudita di Denpasar, Selasa (11/4).

Dewa Sudita mengungkapkan, ada sejumlah alasan memilih kelompok terkait di Desa Catur tersebut, di antaranya karena sebagai daerah penghasil kopi arabika menghasilkan limbah kulit kopi yang sangat banyak yang belum dimanfaatkan atau terbuang.

Kedua, Desa Catur yang berhawa sejuk sebagai daerah pengembangan perkebunan tersedia hijauan pakan yang mencukupi dan beragam, serta semangat kelompok ternak dan anggotanya cukup tinggi dalam menerima inovasi baru untuk dapat diterapkan. 

Dari penelitian dua tahun lalu, fermentasi kulit kopi menggunakan beberapa jenis probiotik, dari hasil uji laboratorium dengan menggunakan probiotik mikro organisme local (MOL) kulit kopi menunjukkan hasil yang paling baik yang mampu meningkatkan kualitas kulit kopi dari 8-9% kandungan protein kasar menjadi 17-19%.

Selanjutnya telah dilakukan uji aplikasi penelitian  pada ternak babi sebagai pakan substitusi pada pakan komersial pada tahun yang lalu, didapatkan substitusi 10% pakan komersial berpengaruh sinifikant terhadap pertumbuhan dan pertambahan bobot badan.

Sedangkan pada ternak babi induk, didapatkan substitusi 5% berpengaruh lebih baik terhadap littersize (jumlah anak yang dilahirkan), bobot lahir anak dan bobot sapih.

Kemudian telah dilakukan uji penelitian pada ternak ayam kampung super didapatkan substitusi kulit kopi fermentasi pada pakan komersial sebanyak 5% menunjukkan hasil yang paling baik terhadap pertambahan bobot badan dan bobot badan akhir.

‘Dengan fakta-fakta seperti ini, maka kelompok ternak kambing sangat antusias untuk menerapkan pada ternaknya,” ujarnya.

Dalam kegiatan PKM ini, masih kata Dewa Sudita, kelompok dan anggota kelompok sebanyak 15 orang diberikan penyuluhan tentang manfaat limbah kulit kopi terfermentasi sebagai pakan ternak, juga diberikan pelatihan langsung cara pembuatan fermentasi kulit kopi.

Para anggota kelompok berharap hasil permentasi yang mereka lakukan dapat diaplikasikan pada ternak kambing, sekaligus juga dilakukan pengamatan terhadap pertumbuhan ternaknya selama dua bulan.

Dari kegiatan PKM ini disamping dapat meningkatkan pengetahuan dan ketrampilan kelompok, juga dapat membantu dalam mengatasi masalah lingkungan dari limbah kulit kopi yang bisa mengganggu dan dapat sebagai media berkembangnya penyakit yang dapat mengganggu tanaman lain yang banyak dikembangkan masyarakat terutama tanaman jeruk.

“Dengan visi Univeritas Warmadewa yang berwawasan ekowisata, maka kegiatan seperti ini sebagai salah satu dalam mewujudkannya,” jelas Dewa Sudita.

Kegiatan ini juga sebagai iplementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi, para dosen disamping tugas pokok mengajar maka  dituntut untuk melakukan kegiatan pada masyarakat. rl